Workshop SPIP di Lingkungan Balitbangkes

236

Bekasi, Pemerintah telah banyak mengeluarkan berbagai bentuk sistem yang berakhir pada tujuan mewujudkan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Berbagai kegiatan yang cukup banyak dan sangat luas, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pertanggung jawaban, pengawasan hingga evaluasi. Untuk dapat mewujudkan tata kelola penyelenggaraan pemerintah yang baik, pemerintah membentuk suatu sistem yang dapat mengendalikan seluruh kegiatan penyelenggaraan pemerintah, yaitu sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP).

Dalam rangka membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) menyelenggarakan workshop SPIP di lingkungan Balitbangkes, selama 3 hari, 4 – 6 Juni 2018. Workshop dibuka oleh Sekretaris Balitbangkes, DR. Nana Mulyana. SPIP merupakan proses dalam sistem manajemen yang sangat penting. Setiap organisasi harus, wajib, dan kudu melakukan SPIP, ujar Nana saat membuka workshop SPIP.

Workshop SPIP sangat diperlukan untuk penguatan setiap pelaksana kegiatan, merupakan rangkaian zona integritas menuju satuan kerja (satker) WBK dan upaya pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) di lingkungan Balitbangkes. Yang telah dicanangkan oleh Kepala Balitbangkes, dr. Siswanto, MHP, DTM, tanggal 2 Mei 2018. Kepala Bagian Hukum, Organisasi, dan Kepegawaian, dr. Jehezkiel Panjaitan melaporkan, telah ditetapkan 6 satker yang diusulkan sebagai satker WBK tahun 2018, yaitu:

  • Sekretariat Balitbangkes
  • Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat
  • Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT)
  • Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP)Balai Penelitian dan Pengembangan Papua
  • Balai Penelitian dan Pengembangan Aceh

Beberapa bulan yang lalu, Balitbangkes melakukan maturitas dan SPIP dengan pendampingan. Kita patut bersyukur bahwa Kementerian Kesehatan selama 5 tahun berturut-turut mencapai WTP (wajar tanpa pengecualian). Alhamdulillah, kita akan mendapat tunjangan kinerja 80%. Dari workshop ini diharapkan ada yang bisa diperbuat dan masing-masing satker lebih meningkatkan sistem pengendalian internnya.(EM)