Workshop PJT Rifaskes 2019 untuk Menjaga Validitas Riset

351

Bekasi – Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) 2019 telah memasuki tahap Workshop Penanggung Jawab Teknis (PJT) Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Litbangkes, workshop ini dilakukan selama 8 hari (25/3-1/4).

Dalam sambutannya Kepala Badan Litbangkes, Siswanto menekankan kepada PJT agar dapat menyerap semua materi sesuai dengan pedoman untuk menjaga validitas internal.

“Oleh karena itu pemahaman terhadap kuisioner benar-benar harus dikuasai untuk kemudian dilatih kepada enumerator pada tahap TC, termasuk kejujuran enumerator pada saat pengumpulan data di lapangan yang dapat dilihat pada saat supervisi (monev)”, ujar Siswanto.

Dikarenakan jumlah peserta yang cukup besar, workshop dihelat di dua tempat yang berbeda. Sebanyak 511 peserta dari koordinator wilayah (korwil) 1, 3, dan 4 tergabung di lokasi yang sama. Sementara Korwil 2 dan 5 yang diikuti 280 peserta mengikuti workshop dilokasi lainnya.

Di hadapan peserta workshop Korwil 2 dan 5, Sekretaris Badan Litbangkes, Nana Mulyana berharap selama di lapangan para PJT dapat bekerja dengan kompak dan siap berkoordinasi dengan banyak pihak, seperti Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota termasuk TNI/Polri, tim rumah sakit (RS), tim puskesmas, serta tim fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) lainnya.

Rifaskes 2019 akan mengumpulkan data di 532 rumah sakit yang terdiri dari RS rujukan, RS pemerintah, RS TNI/Polri dan RS Swasta.  Fasyankes lainnya adalah 9.907 puskesmas, 411 praktik mandiri dokter, 400 laboratorium, 419 apotek, 417 klinik, dan 402 praktik mandiri bidan.

Workshop ini diawali dengan pre test dengan menggunakan gadget masing-masing secara online. Dilanjutkan dengan penjelasan mekanisme workshop, paparan pleno terkait konsep dasar Rifaskes, teknik wawancara, dan etik penelitian. Selanjutnya peserta dibagi dalam kelas-kelas menurut provinsi untuk pendalaman pemahaman kuesioner, pedoman dan manajen Rifaskes 2019.

Diharapkan melalui workshop ini akan tercapai persamaan persepsi  terhadap pemahaman kuesioner dan peningkatan kompetensi para PJT yang selanjutnya akan menjadi pelatih dan pendamping  enumerator.

Hasil Rifaskes 2019 akan digunakan untuk melihat gambaran secara holistik tentang pelaksanaan JKN dalam pencapaian Pelayanan Kesehatan Semesta (UHC) di Indonesia dan menjadi dasar penyusunan bahan RPJMN 2020-2024, termasuk Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan lima tahun kedepan. (AF/EM)