Vaksinasi Covid-19 untuk Keselamatan Tenaga Kesehatan

1055

Jakarta – Kementerian Kesehatan RI bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan didukung oleh UNICEF melakukan dialog interaktif melalui webinar dengan para pakar guna memberikan peningkatan pemahaman mengenai vaksinasi Covid-19 pada Selasa (12/1/2021). Kegiatan dengan topik “Keselamatan Tenaga Kesehatan Prioritas Negara” ini dihadiri oleh perwakilan tenaga kesehatan dari Provinsi Banten, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan, serta organisasi profesi tenaga kesehatan.

Indonesia saat ini tengah gencar melakukan persiapan vaksinasi Covid-19. Pemerintah akan melakukan vaksinasi Covid-19 di Indonesia dalam rangka upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, salah satunya dengan vaksinasi. Namun, masih terdapat keraguan akan vaksinasi di kalangan tenaga kesehatan sebagai kalangan prioritas penerima vaksin.

“Kita mendengar sedikit keraguan diantara tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi, walaupun dengan status tenaga kesehatan yang sangat diprioritaskan. Keraguan ini ada kaitannya dengan pembuatan atau pengembangan vaksin”, ungkap Budi Hidayat, Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes.

Lebih lanjut Budi menegaskan tidak ada langkah yang terlewati dalam pembuatan vaksin. Prosesnya sudah melewati peninjauan dan persetujuan dari lembaga yang selama ini ditugaskan. Keamanan, mutu, efektivitas, dan tentunya kesucian atau kehalalan sudah terjamin.

“Vaksin yang tersedia tentunya sudah mendapat persetujuan dari ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization)”, terang Budi.

Hal serupa diungkapkan oleh Slamet, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Menurutnya, ini kesempatan yang baik bagi tenaga kesehatan untuk menerima vaksin. Dari segi keamanan vaksinasi ini sudah ada jaminan dari Badan POM, dari segi kehalalan sudah ada jaminan dari MUI, dari segi proteksi uji klinik sudah menjamin efikasi, dan dari segi hukum juga ada yang mengamanatkan.

“Suatu kehormatan petugas kesehatan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi, maka ini adalah kesempatan. Kita ambil kesempatan itu”, tutur Slamet.

Vaksin yang masuk ke Indonesia saat ini masih baru, namun dibuat dengan menggunakan teknologi maju.  Paul Pronyk, Chief, Child Survival and Development – UNICEF Indonesia menyebutkan ada 2 rencana vaksinasi di Indonesia, yaitu SINOVAC dan Oxford-AstraZeneca. Keduanya menggunakan teknologi baru dan dapat dikatakan 2 vaksin ini efektif dan aman.

Di sisi lain, Tjandra Yoga Aditama, spesialis penyakit paru menjelaskan, tidak perlu ragu baik tenaga kesehatan maupun masyarakat terkait keberadaan vaksin yang didapat dalam kurun waktu 1 tahun ini. Vaksin yang digunakan sudah melewati uji fase III. Artinya, dari sisi keamanan sudah selesai di semua fase sehingga tidak perlu diragukan keamanannya.

Demikian juga dijelaskan oleh Sukamto, spesialis penyakit paru, keberhasilan vaksin ini sangat bergantung dari para tenaga kesehatan. Dari banyak survei yang dilakukan, masyarakat akan bersedia divaksin jika tenaga kesehatan atau dokternya menganjurkan sehingga penting bagi tenaga kesehatan untuk yakin  dan tahu bagaimana caranya.

Dalam kesempatan ini pula Vinod Kumar Bura, Medical Officer WHO Indonesia menyebutkan, saat ini banyak vaksin yang masuk baik di negara barat maupun Asia. Menurutnya, ini waktu yang sangat penting dalam mempersiapkan vaksinasi. “Saatnya mempersiapkan dan merencanakan, memastikan bahwa kita memberikan vaksin kepada orang-orang prioritas kita dan memastikan bahwa kita mendapatkan kepercayaan yang baik di masyarakat untuk menerima vaksinasi dan berdampak pada penularan pandemi ini”, ujar Vinod.

Tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, memiliki risiko tinggi tertular penyakit Covid-19 sehingga menjadi prioritas negara dalam menerima vaksin. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan melakukan berbagai upaya untuk memenuhi semua aspek yang seharusnya dipenuhi karena keselamatan tenaga kesehatan adalah prioritas negara. (Ripsidasiona)