Vaksin Ampuh, Protokol Tetap Patuh

374

Jakarta – Badan Litbangkes melalui Pusat Litbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan kembali menggelar vaksinasi massal pada akhir pekan ini, Sabtu-Minggu (20-21 Maret 2021). Mengusung pesan “Vaksin Ampuh Protokol Tetap Patuh”, program ini menyasar karyawan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) DKI Jakarta yang berjumlah 1.602 orang.

Jargon “Vaksin Ampuh Protokol Tetap Patuh” diperkenalkan Direktur Umum dan SDM BP Jamsostek, Abdur Rahman Irsyadi. Menurut Abdur Rahman jargon ini mengandung makna bahwa vaksinasi sebagai salah satu upaya yang dilakukan manajemen untuk melindungi karyawan dengan memutuskan mata rantai penularan Covid-19 di lingkungan BP Jamsostek. Namun meski telah divaksin, karyawan tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

Selaku Koordinator pelaksanaan vaksinasi, Kepala Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan, Sugianto mewakili Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan mengatakan vaksinasi ini bertujuan untuk mengurangi penularan dan menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19. “Program vaksinasi ini diupayakan untuk mencapai kekebalan kelompok di masyarakat agar masyarakat dapat terlindungi dan tetap produktif secara sosial dan ekonomi.”, ujarnya.

Pada kesempatan ini Sugianto menyampaikan terima kasih dan apresiasi bagi seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini baik dari internal Kementerian Kesehatan maupun pihak eksternal. Berbagai intansi yang terlibat yakni, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Ditjen Pelayanan Kesehatan, RSUPN Cipto Mangunkusumo, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, dan Puskemas Mampang.

Tim vaksinator terdiri dari para dokter dan perawat dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, RS Bakti Mulia, Klinik Nayaka, serta tim gawat darurat dari RS Medistra. Kegiatan vaksinasi di kantor BP Jamsostek ini melibatkan 48 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 17 dokter dan 31 perawat. Para tenaga kesehatan ini ditempatkan di meja skrining, meja vaksinasi dan ruang observasi.

Direktur Utama BP Jamsostek, Anggoro Eko Cahyo menyambut baik kegiatan vaksinasi ini. “Karyawan BP Jamsostek adalah aset berharga. Setiap hari mereka berinteraksi dengan puluhan hingga ratusan orang. Dengan adanya vaksinasi ini diharapkan mereka bisa lebih produktif, lebih cepat melayani karena lebih tenang”, ucapnya.

Menurut Anggoro, karyawan BP Jamsostek DKI Jakarta menjadi prioritas sasaran vaksin karena kepesertaan BP Jamsostek terbanyak di wilayah DKI Jakarta, menyusul Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ia berharap vaksinasi bagi karyawan BP Jamsostek di daerah dapat selesai sebelum Ramadan sehingga dapat beribadah dengan tenang.

Anggoro adalah orang pertama yang divaksin. Sesuai dengan prosedur, Anggoro menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum penyuntikan dan diobvervasi selama 30 menit. Setelah observasi tidak ada indikasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada Anggoro dan ia dapat melanjutkan aktivitasnya kembali. (DW)