Usulkan Logistik Laboratorium COVID-19 Sesuai Kebutuhan

90

Serang- Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Slamet mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke RSUD Provinsi Banten, Sabtu (20/3/2021). Dalam kunjungan kerja tersebut Kepala Balitbangkes didampingi Sekretaris Balitbangkes dan Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi dasar Kesehatan. Dalam kesempatan itu dilakukan pertemuan dengan para anggota jejaring laboratorium pemeriksa COVID-19 di wilayah Kota Serang. Termasuk hadir dalam pertemuan itu Kepala RSUD Provinsi Banten, perwakilan Dinkes Provinsi Banten dan Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Banten yang menjadi laboratorium rujukan COVID-19.

Dalam sambutannya, Kepala Balitbangkes mengemukakan kejadian pandemi COVID-19 melahirkan berbagai inovasi untuk mengatasi berbagai problematika. Seperti pertemuan yang dulunya banyak dilakukan secara tatap muka, sekarang dilakukan secara daring. “Itu sangat efektif”, ujar Slamet. Lebih lanjut disampaikan, setiap ada pandemi ada perubahan tingkah laku manusia. Di era pandemi COVID penerapan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan desinfektan, serta menjaga jarak) yang selalu dibicarakan telah menjadi perilaku masyarakat yang berubah.

Melihat pada grafik kenaikan kasus COVID-19 yang melonjak di Provinsi Banten termasuk di daerah lain di bulan Januari 2021, Kepala Balitbangkes melihat ini akibat adanya fenomena sehabis liburan panjang liburan akhir tahun dan natal. Hampir setiap rumah sakit mengalami lonjakan Bed Occupancy Ratio (BOR) sebesar 80 hingga 90 persen.

Dalam kesempatan pertemuan dengan para anggota jejaring laboratorium pemeriksa COVID-19 di Kota Serang, Slamet mengatakan saat ini Badan Litbangkes diberi tugas memfasilitasi pengadaan logistik laboratorium pemeriksa COVID-19. Diawali dengan penugasan dengan menjaga mutu dan kualitas jejaring laboratorium, memberi bimbingan teknis, memandu dan menjaga keamanan dan keselamatan (Biosecurity dan biosafety). Saat ini mulai akhir Maret 2021 ada penambhan tugas baru.

Dulu pengadaan logistik dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, sekarang telah diserahkan dan ditugaskan pengadaan logistik laboratorium oleh Balitbangkes Kemenkes RI. Kepala Balitbangkes meminta para anggota jejaring laboratorium mengusulkan kebutuhan logistik seperti kebutuhan reagen PCR. “Intinya usulkan reagensia sesuai kebutuhan’, ujar Kepala Badan Litbangkes.

Ke depan, Slamet berharap usulan disampaikan 2 hingga 3 bulan sebelum logistik habis. Ini perlu dilakukan supaya pengadaan dapat diproses melalui pengadaan tender sesuai kondisi normal.

Selanjutnya untuk pencatatan dan pelaporan pemeriksaan COVID-19, Menteri Kesehatan telah memberikan arahan agar pelaporan dibuat kembali dalam bentuk excel dan menggunakan New All record (NAR). Ini dilakukan untuk perbaikan. (Fachrudin Ali Ahmad)