Tanggap Penanggulangan Kebakaran, Badan Litbangkes Adakan Pelatihan APAR

85

Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) melalui Subbagian Administrasi Umum (Adum) melaksanakan pelatihan pemadam kebakaran dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada Jumat (10/9/2021). Kegiatan yang diselenggarakan di UPF Inovasi Penanggulangan Stunting Bogor ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dalam penanggulangan kejadian bencana kebakaran.

Sekretaris Badan Litbangkes Nana Mulyana mengungkapkan agar para peserta kegiatan dapat memanfaatkan pelatihan APAR dengan baik mengingat pelatihan ini sangat penting. “Keadaan dimana terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan sangat penting, terutama kejadian kebakaran tidak hanya terjadi di lingkungan kantor namun juga di rumah,” ungkap Nana saat memberikan arahan.

Nana bahkan berharap Sekretariat Badan Litbangkes dapat melaksanakan pelatihan APAR dalam skala yang lebih besar dengan melibatkan seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Badan Litbangkes. Bahkan jika memungkinkan fasilitas APAR dapat diberikan kepada seluruh pegawai.

Peserta kegiatn yang terdiri dari para satuan tugas keamanan dan para petugas kebersihan UPF Inovasi Penanggulangan Stunting Bogor diberikan materi pengenalan dan fungsi dasar penggunaan APAR. Setelah itu dilanjutkan dengan praktik dan penggunaan APAR sekaligus pengisian ulang tabung APAR yang dilakukan di lapangan futsal UPF.

Supriyanto Priamdono selaku instruktur pelatihan menjelaskan bahwa saat terjadi kebakaran maka APAR dapat digunakan secara langsung baik di dalam maupun di luar ruangan. Alat ini digunakan untuk memadamkan api kecil atau ringan untuk menghindari terjadinya kebakaran dalam skala besar.

Alat yang berbentuk tabung dan berisi serbuk kimia kering ini memiliki ukuran dan kapasitas berbeda-beda. Saat melakukan praktik di lapangan, APAR yang digunakan terdiri dari tiga ukuran yaitu 2kg; 3,5 kg; dan 6kg.

Supriyanto memperagakan penggunaan APAR diawali dengan cara menarik pin pengunci tuas APAR terlebih dahulu. Lalu mengarahkan selang tepat ke sumber api untuk mempercepat proses pemadaman. Supriyanto menjelaskan bagian selang yang dipegang haruslah bagian ujungnya agar penyemprotan dapat fokus ke titik api.

Selanjutnya tuas bagian atas ditekan secara penuh untuk mengeluarkan isi APAR secara maksimal. Supriyanto menyarankan untuk memperhatikan arah mata angin saat menggunakan APAR. Ketika berada di luar ruangan maka penyemprotan APAR harus searah dengan mata angin agar alat pemadam benar-benar efektif menuju ke arah api dan tidak mengenai tubuh petugas pemadam.

Selain melaksanakan pelatihan APAR, pada kesempatan ini dilakukan pula pelepasan empat orang pegawai Subbagian Umum yang telah memasuki masa purnabhakti di tahun 2020. Pengabdian panjang puluhan tahun telah diberikan keempat pegawai ini kepada negara. Meskipun masa tugas diinstansi pemerintah telah selesai, namun Nana mengingatkan bukan berarti selesai pula masa berkarya untuk bangsa dan negara. Mengabdi kepada masyarakat tetap dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. (Ripsidasiona)