Tak Perlu Takut, Vaksinasi Covid-19 untuk Kesehatan Kita

261

Jakarta – Badan Litbangkes bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyelenggarakan vaksinasi dosis kedua yang dilaksanakan selama dua hari, 7 – 8 April 2021 di kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta. Program vaksinasi ditujukan untuk seluruh pegawai BMKG dengan jumlah sasaran yang ditargetkan 1.106 orang.

Suko Prayitno Adi, Deputi Bidang Instrumentasi Kalibrasi Rekayasa dan Jaringan Komunikasi BMKG menyampaikan bahwa setelah melakukan vaksinasi dosis kedua ia tidak merasakan apa-apa serta masih dapat beraktivitas. “Saya harapkan masyarakat tidak perlu takut akan vaksin karena ini untuk kita semuanya. Untuk kita, keluarga, dan teman-teman yang lain,” ujak Suko.

Turut divaksin, Petrus Demon Sili, Kepala Biro Umum dan Sumber Daya BMKG, mengungkap antusiasme pegawai BMKG sangat bagus. “Para pegawai mau divaksinasi tidak hanya karena instruksi pimpinan namun karena kesadaran diri sendiri untuk sehat,” ujarnya.

Menurut Petrus BMKG merupakan lembaga pemerintah yang sering bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia berharap setelah vaksinasi para pegawai dapat bekerja lebih nyaman.

Pada kesempatan ini Juri Hendra Jadi, dokter RSUD Kota Depok yang bertugas sebagai vaksinator menjelaskan beragamnya efek samping setelah vaksinasi. Efek samping setelah vaksinasi terjadi karena proses pengenalan terhadap vaksin oleh tubuh. Reaksi tersebut merupakan reaksi sementara. Menurut Juri, beberapa gejala yang mungkin terjadi adalah lemas, pegal-pegal, dan lain-lain.

Juri menekankan kepada masyarakat yang telah melakukan vaksinasi agar tetap menjaga 5 M dan menerapkan protokol kesehatan. “Bukan malah merasa kebal  dan justru melanggar prokes,” tegas Juri.

Terdapat beberapa tahapan yang harus dilewati oleh peserta vaksinasi. Pertama adalah Tahapan QR Code. Pada tahap ini diberikan nomor antrian untuk menghindari kerumunan serta mengatur urutan layanan vaksinasi. Kemudian peserta vaksinasi diarahkan untuk registrasi lalu dan dilanjutkan dengan skrining. Saat menjalani skrining, peserta akan diperiksa kesehatannya. Jika memenuhi persyaratan untuk divaksinasi maka dilanjutkan dengan penyuntikan.

Setelah disuntik, peserta vaksinasi harus diobservasi selama 30 menit. Observasi dilakukan untuk melihat dampak dari vaksinasi. Apabila selama observasi peserta tidak mengalami keluhan, maka peserta dapat melewati tahapan akhir, yakni check out. Pelaksanaan program vaksinasi ini diselenggarakan antara lain bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Pusat Data dan Informasi, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Pusat, RSUD Kota Depok, RS Premier Bintaro, RS Bhakti Yudha Depok, RS Islam Jakarta Sukapura Cilincing,  Puskesmas Kemayoran, dan Klinik Badan Litbangkes. (Penulis: Evi Suryani, Editor: Dian Widiati)