Stunting dan Tuberkulosis, Masalah Kesehatan di Wilayah Kerja Balai Litbangkes Aceh

492

Banda Aceh – Stunting dan Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan di empat wilayah kerja Balai Litbangkes
Aceh, yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau. Hal ini terkuak dalam Rapat Kerja
dan Koordinasi Lintas Sektor Balai Litbangkes Aceh yang diselenggarakan di Aceh pada Rabu hingga Jum’at (28-
30/11).

Kepala Balai Litbangkes Aceh, Fahmi Ichwansyah mengungkapkan informasi permasalahan kesehatan ini akan dijadikan
kajian untuk perencanaan riset secara tepat, situasional, bertahap dan komperhensif.

Dalam sambutannya Kepala Balitbangkes, Siswanto menyampaikan Balai Litbangkes Aceh sebagai perwakilan
Balitbangkes pusat untuk melakukan penelitian di daerah dan berperan sebagai produsen data dan informasi melalui
riset operasional. “Kalau ada masalah kesehatan di empat wilayah ini, daerah bisa berkoordinasi dengan balai.”,
ujarnya.

Pada kesempatan ini Balai Litbangkes Aceh meluncurkan salah satu inovasi layanan informasi publik, E-AHsiP yaitu
sebuah pengembangan sistem informasi publik secara elektronik hasil publikasi penelitian Balai Litbangkes Aceh
tahun2018.

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari ke-empat wilayah kerja Balai Litbangkes Aceh yang menjelaskan
program unggulan masing-masing daerah serta permasalahan kesehatan yang dihadapi. Hadir pula perwakilan dari
jajaran pemerintah daerah Provinsi Aceh serta kalangan akademisi.

Pembukaan secara resmi pertemuan ini di tandai dengan pemukulan rapai, alat tabuh khas Aceh secara bersamaan
oleh Kepala Balitbangkes, Sekretaris Badan Litbangkes, perwakilan satker Baitbangkes serta perwakilan lintas
sektor yang hadir. (NW)