Stunting Beban Bangsa

221

Sinergisme provinsi dan kabupaten/kota dalam mewujudkan percepatan eliminasi tuberkulosis, penurunan stunting, dan peningkatan mutu cakupan imunisasi menuju Jambi TUNTAS 2021 merupakan tema dari rapat kerja kesehatan daerah (rakerkesda) Jambi 2018. TUNTAS merupakan visi Provinsi Jambi yaitu Tertib, Unggul, Nyaman, Tangguh, Adil, Sejahtera pada tahun 2021.

Rakerkesda Jambi, 9 – 10 April 2018, di Hotel Abadi Suite & Tower. Hadir  Menteri Kesehatan, Prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp. M.(K), Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), dr. Siswanto, MHP, DTM, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Anung Sugihantono, M. Kes, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Kesehatan, dr. H. M. Subuh, MPPM. dan perwakilan Komisi IX DPR RI, Drs. H. Zulfikar Ahmad.

Kita harus memerangi stunting agar memiliki anak yang berkualitas. Berdasarkan data riskesdas 2013, 4 dari dari 10 anak, mengalami stunting atau kerdil. Menurut Menkes Nila Moeloek, jangan sampai otaknya ikut kerdil. Ini menjadi beban bangsa. Nila menambahkan, kalau sampai ada anak stunting, itu salah kita. Perilaku dan lingkungan mempengaruhi kesehatan. Kalau lingkungan tidak bersih, kita tidak akan sehat. Masyarakat didorong kearah hulu, preventif, promotive apapun harus dilakukan. Posyandu menjadi titik sentral. Posyandu diangkat dengan pemberian makanan. Ibu penggerak PKK diaktifkan, dananya dari dana dekon, APBD.

Disela acara rakerkesda di Jambi, Menteri Kesehatan dan rombongan menyempatkan untuk mengunjungi posyandu Melati di Tambak Sari dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, melihat pasien rawat inap. Sedangkan Kepala Balitbangkes menyempatkan untuk bertemu dengan Kepala Dinas Kabupaten/Kota dan tim Riskesdas korwil IV, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisonal (B2P2TOOT), terkait musibah lokasi training center (TC) Riskesdas 2018.#EM