Studi GBD (Global Burden of Disease) menjadi Program Prioritas Nasional

2899

Depok – Berdasarkan data dari WHO dan IHME (Institute for Health Metrics and Evaluation), saat ini angka penyakit tidak menular (PTM) di dunia mengalami peningkatan, dan sebaliknya angka penyakit menular mengalami penurunan. PTM merupakan beban penyakit (burden of disease) terbesar di dunia karena periode sakitnya lama, yang menyebabkan disabilitas dan kematian.

Kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, dimana menurut data Riskesdas 2013 prevalensi PTM seperti penyakit jantung, diabetes dan stroke cukup tinggi dan mendominasi penyebab kematian di Indonesia. Pada tahun 2018 ini Badan Litbang Kesehatan akan mengembangkan pendekatan beban penyakit (Global Burden of Disease Approach) untuk mengetahui seberapa besar beban penyakit (terutama PTM) yang ada di Indonesia.

“Global Burden of Disease (GBD) merupakan kegiatan yang sangat penting karena menjadi bagian dari program prioritas nasional. Indikasinya adalah kegiatan ini dievaluasi dan dimonitor oleh Bappenas dan Kantor Staf Presiden (KSP). Oleh karena itu kegiatan ini harus berjalan dan yang paling penting hasilnya harus keluar“, demikian yang diungkapkan Kepala Badan Litbangkes, dr. Siswanto, MHP, DTM saat membuka dan memberikan arahan di acara Pelatihan dan Lokakarya Fasilitator Estimasi Beban Penyakit Sub Nasional pada tanggal 12 Maret 2018 di hotel The Margo, Depok Jawa Barat.

Sebagai informasi Badan Litbang Kesehatan melalui Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Lokakarya Fasilitator Estimasi Burden of Disease yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kompetensi para peneliti dalam melakukan penghitungan dan analisis beban penyakit (Burden of Disease). Hasil kajian analisis beban penyakit (burden of diseases) diharapkan dapat dimanfaatkan untuk penyusunan kebijakan kesehatan, menilai kinerja program kesehatan, mengidentifikasi masalah yang perlu dikendalikan terkait faktor risiko kesehatan, dan sebagai sumber informasi perencanaan untuk intervensi kesehatan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak kurang lebih 50 orang peserta yang berasal dari Badan Litbang Kesehatan, perguruan tinggi, dan lintas sektor. Sementara itu narasumber dalam acara ini menghadirkan Ali H. Mokdad, Meghan Mooney, Joey Frostad dan Maha Elzarab yang semuanya berasal dari IHME (Institue Health Metrics and Evaluation) Amerika Serikat.

Dalam paparannya yang berjudul “GBD Key Findings for the World and Indonesia”, Ali H. Mokdad Ph.D menjelaskan bahwa GBD merupakan Upaya sistematis dan ilmiah untuk mengukur besarnya kerugian kesehatan dari semua penyakit, cedera, dan faktor risiko berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi dan waktu. “Semua orang pasti akan meninggal, tapi seberapa dini (cepat) orang tersebut meninggal bisa diperkirakan dari perilaku semasa hidupnya”, tambah Ali. Dari hasil studi GBD, akan diketahui berapa sebenarnya waktu (umur) yang hilang akibat penyakit dan seberapa besar kemampuan seseorang dapat bertahan hidup (survival rates) karena menderita penyakit tertentu.

Sementara itu, di sesi berikutnya Meghan Mooney menyampaikan paparannya dengan judul GBD Overview in Indonesia. “GBD adalah sebuah upaya yang sistematis dan ilmiah melalui perhitungan dan analisis. Setiap orang berhak mendapatkan hidup yang sehat dan berkualitas tanpa membedakan gender atau status social lainnya. Secara prinsip dapat dikatakan kita tidak bisa menolong nyawa seseorang jika kita tidak bisa mendapatkan data yang lengkap dan valid”, jelas Meghan. Dalam kaitannya dengan kebijakan, studi GBD bisa memberikan hal yang baru tentang referensi dalam membuat kebijakan di suatu Negara atau wilayah. Oleh karena itu diperlukan metode yang tepat dalam menerjemahkan hasil studi GBD ke dalam penyusunan kebijakan.

Selanjutnya Meghan Mooney memberikan contoh bagaimana cara mengakses data dan informasi tentang GBD di dunia yang berada di web IHME dengan alamat http://www.healthdata.org/gbd. Pelatihan ini memang membutuhkan koneksi internet dengan kecepatan tinggi karena data yang diakses akan ditampilkan secara visual. (tw)