Sosialisasi KMK 446/2021 tentang Penggunaan RDT Antigen

447

Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen kini dapat digunakan sebagai salah satu metode untuk pemeriksaan Covid-19. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/Menkes/446/2021 (KMK 446/2021) yang disahkan sejak 8 Februari lalu. Sebagai langkah untuk mengenalkan keputusan tersebut, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (PBTDK) menggelar acara sosialisasi KMK 446/2021.

Acara sosialisasi dilaksanakan pada 19 Februari 2021 yang dilakukan secara virtual dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaporan Allrecord TC-19. Selain sosialisasi, diadakan juga pelatihan pencatatan pelaporan melalui allrecord untuk pemeriksaan melalui PCR dan RDT Antigen.

Pada situasi pandemi seperti sekarang ini, tracing menjadi kunci untuk dapat mengendalikan penyebaran virus, oleh sebab itu kesamaan data antara pusat dan daerah menjadi sangat penting. Vivi Setiawaty Kepala PBTDK mejelaskan bahwa data menjadi satu hal yang penting dalam meyelesaikan pandemi Covid-19. “Kalau data sampai keliru, tidak bisa dimasukkan dengan cepat, kita tidak bisa melakukan tracing kontak dengan cepat. Itu akan berakibat sangat panjang, karena menunggu hasil tersebut membuat penularan terus berjalan,” tegasnya.

Sebagai salah satu alat diagnostic untuk pelacakan kontak, penegakan diagnosis, dan untuk skrining Covid-19, hasil dari RDT juga perlu dilaporkan dalam sistem allrecord. Nasir mewakili dari Sub Direktorat Penyakit Infeksi Emerging menegaskan RDT Antigen berbeda dengan rapid test antibody. “Rapid test antibody tidak bisa dilakukan untuk ketiga hal ini, hanya untuk skrining dan survei saja,” jelasnya.

Berlangsung interaktif, kegiatan sosialisasi ini ini diikuti oleh Dinas Kesehatan dan Jejaring Laboratorium Pemeriksa Covid-19 seluruh Indonesia. Pelatihan ini diharapkan dapat dimanfaatkan terutama untuk laboratorium yang baru bergabung. PBDTK beserta Dinas Kesehatan dan Laboratorium akan terus bekerja sama dalam pengisian data. (FNW)