Siswanto : Hasil Litbangkes Harus Bermanfaat bagi Pembangunan Kesehatan

556

Jakarta – Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat menggelar Diseminasi Hasil Penelitian dan Kajian Tahun 2018.
Acara yang berlangsung selama tiga hari ini (26-28 November 2018) resmi dibuka oleh Kepala Balitbangkes, dr.
Siswanto, MHP, DTM pada Senin (26/11). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
peneliti dalam mendiseminasikan hasil penelitian, pengembangan jejaring kerja, serta komersialisasi hasil
penelitian. Dalam arahannya, Siswanto mengatakan bahwa riset-riset yang dilakukan oleh Balitbangkes itu sedikit
berbeda dengan perguruan tinggi, bukan semata untuk publikasi atauangka kredit saja. “Intinya adalah hasil
litbangkes harus bermanfaat bagi pembangunan kesehatan” lanjut Siswanto. Peran riset sangat penting dalam
mengalokasikan sumber daya supaya lebih efektif dan efisien (value for money).

Sesuai dengan salah satu nilai Litbang yaitu Goal Oriented yaitu tercapainya Indikator Kinerja Kegiatan (IKK),
harapannya hasil penelitian ini dapat dipublikasi, menghasilkan paten HKI dan rekomendasi kebijakan. Diseminasi
ini merupakan awal dari proses kebijakan. Proses kebijakan ini dimulai dari penetapan agenda kebijakan,
formulasi kebijakan, adopsi kegiatan, implementasi kebijakan dan evaluasi kebijakan.

Masih dalam arahannya, Siswanto juga menekankan bahwa hasil penelitian yang menarik harus di dorong untuk
memperbaiki proses kebijakan. Sebagai contoh adalah hasil Studi Kohort Tumbuh Kembang Anak dan penelitian
tentang pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), harus dapat memberikan penajaman dalam program penanggulangan
stunting.

Harapannya Balitbangkes dapat berkolaborasi dengan lembaga lain untuk mengintegrasikan hasil-hasil riset
nasional Balitbangkes sehingga dapat menghasilkan publikasi baru yang menarik.

Diseminasi ini menampilkan 12 hasil penelitian dan kajian melalui paparan dan diskusi serta ditampilkan dalam
panel poster. Kegiatan dihadiri oleh para pemegang program dilingkungan Kemenkes, mitra bestari dan peneliti
dari lembaga litbang lainnya. (NF)