Sinergikan Data dan Informasi Hasil Litbangkes Melalui Koordinasi Pusat dan Daerah

679

Bekasi – 9 Oktober 2019. Badan Litbang Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) kedua sejak dicanangkan pada tahun 2018 silam. Tema yang diangkat pada event ini adalah Penguatan Pemanfaatan Data Dan Informasi Untuk Koordinasi Pusat Dan Daerah. Nana Mulyana selaku Sekretaris Badan Litbangkes dalam sampaian laporannya mengatakan  bahwa dilaksanakannya kegiatan ini agar mampu menjaring, menampung, mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan data dan informasi hasil penelitian yang dilakukan Badan Litbangkes dalam upaya pembangunan kesehatan di daerah serta meningkatkan kemampuan daerah dalam mengenali besaran masalah kesehatan berdasarkan hasil litbangkes sebagai dasar perencanaan dalam menentukan prioritas pembangunan kesehatan.

“Ini sejalan dengan program kesehatan yang baru diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan terkait dengan kebijakan satu data kesehatan, karena Kementerian Kesehatan memiliki 2 data yang berbeda sumber yaitu data rutin yang dihasilkan oleh Unit Program dan data riset dari Unit Litbangkes”, ujar Nana Mulyana.

Dihadiri oleh 32 perwakilan Dinas Kesehatan Propinsi di Indonesia, kegiatan berlangsung dengan paparan dari Unit Utama Kementerian Kesehatan tentang 4 dari 5 isu kesehatan nasional saat ini di antaranya TB, KIA, Imunisasi, dan PTM. Dilanjutkan dengan diskusi kelompok sekaligus bimbingan dari Tim Pakar Badan Litbangkes untuk mendorong propinsi menyusun proposal penelitian Risbinkesda (Riset Pembinaan Kesehatan Daerah) tahun 2019. “Walaupun mungkin di dalam perjalanannya akan terjadi perubahan topik penelitian, kami akan membuat semacam shopping issue dari hasil diskusi kelompok ini”,tegas Nana Mulyana.

Sebagai gambaran terdahulu, pelaksanaan Risbinkesda tahun 2018 didukung dengan anggaran 210 juta untuk 24 propinsi dalam melakukan riset kesehatan.

Siswanto selaku Kepala Badan Litbangkes menyampaikan dalam sambutan pembukaannya mengatakan bahwa forum ini sangat penting untuk dilaksanakan. “Ada istilah bahwa rencana yang baik apabila telah dilakukan analisis yang matang, tidak ada perencanaan yang baik tanpa menggunakan data yang valid, tidak ada data yang valid apabila tidak mendapatkan hasil riset yang valid, tentunya semua ini adalah memanfaatkan anggaran Pemerintah untuk memaksimalkan pembangunan kesehatan tanpa ada pemborosan”, kata Siswanto.

“Masalah yang ada pada data rutin yang kadang tidak sesuai dengan kenyataan, bisa saja data yang diterima berbeda dengan data sebenarnya, perlunya data riset sebagai upaya melakukan koreksi dan kesesuaian terhadap data rutin”, lanjut Siswanto.

Melanjutkan sampaiannya, Siswanto mengatakan bahwa Data hasil riskesdas 2018 dapat dipakai oleh propinsi sebagai rujukan dalam melakukan riset operasional. Penelitian perlu dilakukan sebagai upaya mencari jawaban terhadap masalah secara ilmiah, sistematis, terstruktur dan analitik yang bersumber dari realitas alam /artefak /ide /sosial dengan menggunakan pendekatan kuantitatif /kualitatif /mixed methodology yang hasilnya dapat digunakan untuk kebijakan strategis /manajerial /teknis.

Perlu diketahui bahwa masalah dan tantangan pembangunan kesehatan yang semakin kompleks memerlukan dukungan semua unsur pembangunan kesehatan termasuk litbangkes. Berdasarkan PP No. 39 Tahun 1995 tentang penelitian dan pengembangan kesehatan, Badan Litbangkes melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan litbangkes melalui kemitraan antar lembaga litbang, pelaksana program dan lembaga lain yang terkait. Hasil litbangkes diharapkan menjadi masukan dalam penetapan kebijakan kesehatan (evidence based policy). Oleh karena itu dalam mencapai hasil litbangkes yang baik dan berkualitas diperlukan proses perencanaan dan penganggaran yang baik yang terintegrasi di seluruh satuan kerja Badan Litbangkes.

Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa sistem perencanaan pembangunan nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana pembangunan jangka panjang, menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat dan daerah. Perencanaan jangka menengah dan tahunan Badan Litbangkes perlu disusun sebagai penjabaran dari RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional), Rencana Strategis (Renstra) Kementerian/Lembaga, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Kementrian/Lembaga (Renja K/L) yang telah disusun. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menghasilkan infomasi dasar kesehatan dalam menyusun kebijakan strategis dan juga sebagai evaluasi capaian program kesehatan yang telah dilakukan di level nasional, provinsi dan kabupaten/kota. Rapat koordinasi teknis (Rakontek) diadakan sebagai upaya koordinasi yang terpadu, efektif, dan efisien dalam pemanfaatan data dan informasi hasil litbangkes. Pengelolaan data dan informasi hasil litbangkes dari Badan Litbangkes akan diperkenalkan terlebih dahulu kepada stakeholder diantaranya Dinas Kesehatan Provinsi, Bappeda, Balitbangda Provinsi, dan lembaga penelitian. Kesempatan kerja sama antar instansi dapat dibangun dalam forum ini.