Sinergi Percepatan Penanganan Masalah Kesehatan melalui Rakerkesnas

362

Tangerang – Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, secara resmi membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2018 (6/8) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang. Mengusung tema “Sinergisme Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC)melalui Percepatan Eliminasi Tuberculosis, Penurunan Stunting dan Peningkatan Cakupan serta Mutu Imunisasi”, rapat kerja ini dimaksudkan untuk meningkatkan komunikasi dan “sharing” pengalaman antara pusat dan daerah.

Dalam sambutannya Menkes mengatakan bahwa sinergisme antara pusat dan daerah adalah hal yang sangat penting. Demikian juga dengan upaya mewujudkan UHC pada tahun 2019 mendatang. “Pemilihan tiga topik prioritas tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan kesehatan terutama mempertimbangkan potensi kasus jika tidak diantisipasi, guna menghindari terjadinya risiko peningkatan atau penyebaran ke tempat lain”, jelasnya.

Lebih lanjut Menkes mengatakan bahwa tuberculosis masih menjadi tantangan mengingat Indonesia masih menduduki posisi kedua di tingkat dunia. Berkaitan dengan hal ini Menkes menguraikan, dari 1.020.000 kasus baru di Indonesia, baru sepertiga yang terobati, masih ada yang belum terobati atau sudah terobati namun belum terlaporkan.

“Tugas kita semua agar menemukan tuberculosis dan diobati secara tepat; Temukan, Obati Sampai Sembuh (TOSS)”, tegasnya.

Mengenai imunisasi, Menkes menjelaskan adanya peningkatan cakupan. Namun kejadian KLB Difteri beberapa waktu lalu harus menjadi lecutan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Berkaitan dengan stunting, Menkes mengatakan stunting harus ditangani dengan benar. Penanganan yang salah dapat menyebabkan kegemukan dan meningkatkan risiko penyakit katastropik.

“Presiden secara langsung menyampaikan arahan kepada seluruh menteri untuk melaksanakan kegiatan padat karya di desa dengan mengarusutamakan pencegahan dan penanggulangan stunting sebagai fokus prioritas bersama lintas kementerian.”, pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, Menkes juga melakukan peluncuran e-licensing kefarmasian dan Asean Healthcare Services Website and Secretariat yang ditandai dengan penekanan tombol sirine. E-licensing adalah sistem yang terintegrasi untuk mempemudah perizinan dalam memproduksi dan proses distribusi kefarmasian. Sementara Asean Healthcare Services Website and Secretariat ditujuan untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan tenaga ahli antar negara ASEAN.   (Dian)