SIM-EPK New Tawarkan Fitur Lebih Komplit

89

Jakarta, Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) pada institusi penelitian memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan persetujuan etik penelitian. Adanya sistem pemerintahan berbasis elektronik juga memacu KEPK untuk mengembangkan sistem dalam pengelolaan etik penelitian berbasis IT. Demikian disampaikan Sekretaris Badan Litbangkes, Nana Mulyana dalam Seminar Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Etik Penelitian Kesehatan (SIM-EPK) pada Rabu, 6 Oktober 2021 yang diselenggarakan secara virtual.

Lebih lanjut Nana mengharapkan seluruh KEPK di Indonesia dapat mempedomani SIM-EPK yang telah dikembangkan oleh Komite Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional (KEPPKN).

Pada kesempatan ini Ketua KEPPKN, Prof. Pratiwi Sudarmono mengatakan bahwa salah satu tugas KEPPKN adalah melakukan pembinaan komite etik penelitian kesehatan. Menurut Prof. Pratiwi tugas ini lebih kepada bagaimana seluruh komite etik sama-sama meningkatkan kapasitas dan melakukan benchmark kepada KEPK yang sudah mumpuni dan berpengalaman, baik di dalam dan luar negeri.

Prof. Pratiwi juga mengemukakan bahwa pengembangan jejaring kerjasama dan komunikasi antar komite etik sangat penting. Forum Jaringan Komunikasi Nasional yang telah terbentuk dapat terus digunakan, namun dengan perkembangan teknologi SIM-EPK yang dikembangkan ini sangat membantu dalam mendukung pelaksanaan tugas KEPK.

Menurut Prof. Pratiwi, SIM-EPK dikembangkan untuk melancarkan tugas dan fungsi dari Komisi Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional. SIM-EPK telah dikembangkan sejak tahun 2016. Sebanyak 386 KEPK terdaftar dalam aplikasi ini. Kini SIM-EPK dikembangkan menjadi SIM-EPK New dengan berbagai pembaruan.

“Hari ini akan disosialisasikan SIM-EPK New yang memiliki fitur yang lebih komplit. Selain informasi kegiatan KEPPKN, juga memuat beberapa aspek; seperti registrasi KEPK baik yang lama atau yang baru, registrasi peneliti, aplikasi telaah etik, serta sebagai sarana untuk mengetahui performa KEPK,” tutur Prof. Pratiwi. Di akhir sambutannya, Prof Pratiwi mengharapkan SIM-EPK dapat menjadi sarana bagi seluruh KEPK di Indonesia untuk saling mendukung peningkatan komunikasi, peningkatan kapasitas, serta monitoring dan evaluasi etik penelitian kesehatan. (Dian Widiati)