Seluruh ASN Badan Litbangkes Telah Lakukan PDM MySAPK

491

Bekasi – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) yang berjumlah 1.222 orang tercatat telah melakukan Pemutakhiran Data Mandiri (PDM) di aplikasi MySAPK Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Langkah ini merupakan pengejawantahan dari Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara No.87 tahun 2021 tentang Pemutakhiran Data Mandiri ASN dan Pejabat Tinggi ASN Secara Elektronik Tahun 2021.

Koordinator Kelompok Substansi Jejaring, Informasi, dan Dokumentasi Sekretariat Badan Litbangkes, Cahaya Indriaty, mewakili Plt. Kepala Badan Litbangkes mengungkapkan bahwa setiap ASN harus memiliki pemahaman akan pentingnya PDM MySAPK untuk keakuratan data kepegawaian.

“Ini demi kepentingan kita dan aplikasi ini memang bermanfaat buat kita. Kalau kita paham, sebenarnya ini memang untuk kepentingan kita. Bukan untuk kepentingan orang lain,” ucap Cahaya saat membuka acara Sosialisasi Aplikasi SIASN, Verifikasi, dan Validasi PDM MySAPK di Bekasi, Rabu (01/12/2021).

Aplikasi MySAPK BKN merupakan sistem aplikasi pelayanan kepegawaian BKN yang berfungsi untuk memudahkan ASN di seluruh instansi agar dapat mengakses data kepegawaian. Diantaranya seperti data profil PNS, KPE virtual, notifikasi layanan kenaikan pangkat dan pensiun, E-Lapkin, data KTP, BPJS Kesehatan, Taspen dan lainnya.

Saat ini setiap instansi pemerintah wajib melakukan verifikasi dan validasi data PDM MySAPK agar tercapai keterpaduan dan akurasi data dalam sistem ASN. Badan Litbangkes sendiri termasuk dalam unit verifikator tingkat instansi di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Ika Setiowati, pranata komputer ahli muda dari BKN selaku narasumber menerangkan bahwa verifikator instansi bertugas dalam melakukan verifikasi dan validasi data. Verifikator merupakan satu-satunya user yang dapat membantu ASN dalam melakukan pembaruan ketika terjadi kesalahan pada data yang diinput.

“Jika ditemukan kesalahan data minor, maka verifikator dapat membantu memperbaiki. Namun tidak dapat melakukan penambahan data,” terang Ika. Verifikasi dan validasi data PDM di MySAPK menggunakan aplikasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) dari BKN. Proses ini akan berlangsung hingga akhir Januari 2022 dan dapat diperpanjang jika hasil monitoring dan evaluasinya masih belum selesai. Melalui kegiatan ini diharapkan data kepegawaian secara nasional akan lebih akurat. (Ripsidasiona)