Sebanyak 125 Blok Sensus Biomedis serta Gigi dan Mulut ada di Provinsi Banten

391

Tangerang Selatan– Workshop Enumerator/Training Centre Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 di Provinsi Banten telah menyelesaikan pembuatan rencana tindak lanjut (RTL) Senin (16/4/2018). RTL dibuat sebagai kesepakatan antara Penanggungjawab Operasional (PJO) dari Dinas Kesehatan, Penanggungjawab Teknis (PJT) Kabupaten/Kota, Petugas Pencacah Lingkungan (PCL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dari Badan Pusat Statistik (BPS), serta tim enumerator (pengumpul data) Riskesdas 2018. RTL inilah yang menjadi dasar dan landasan kegiatan pengumpulan data.

RTL mencakup kesepakatan dan kejelasan mengenai dokumen yang dibutuhkan untuk melakukan pengumpulan data, nama dan nomor kontak penunjuk jalan BPS (PCL/PML), ketersediaan daftar sampel rumah tangga (DSRT),  keterangan pokok rumah tangga dan anggota rumah tangga (VSEN), dan peta blok sensus. Selain itu, strategi pengumpulan data BS kesehatan masyarakat mencakup tim, rute BS, dan waktu, mekanisme dalam membawa logistik dari TC ke BS, serta mekanisme pengembalian kuesioner dan alat.

Dalam kesempatan TC diadakan Workshop Tenaga Kesehatan Provinsi Banten. Acara di buka Kepala Pusat Litbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan  Pretty Multihartina, Ph.D. Dalam sambutannya, Pretti Multihartina menjelaskan data yang dikumpulkan terkait biomedis serta gigi dan mulut adalah penyakit menular, faktor risiko penyakit tidak menular, gizi, dan gigi serta mulut. Riskesdas menggunakan disain penelitian potong lintang dengan kerangka sampel blok sensus (BS) Susenas bulan Maret 2018. Populasi penelitian adalah rumah tangga di Indonesia, mencakup seluruh provinsi dan kabupaten/kota terdiri dari 34 provinsi, 416 kabupaten dan 98 kota. Jumlah BS biomedis di Provinsi Banten sebanyak 125 dengan jumlah rumah tangga 1250 serta jumlah anggota rumah tangga sebanyak 3750.

Tenaga pelaksana puldat biomedis dan gigi serta mulut adalah enumerator, tenaga kesehatan (nakes), petugas penghubung, dan exnum yang berasal dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Tugas nakes mencakup dokter untuk memastikan ART memenuhi kriteria inklusi untuk pengambilan darah vena. Analis/perawat melakukan pengambilan darah serta bersama enumerator melakukan pemriksaan glukosa darah, hemoglobin, RDT malaria, dan pembuatan sediaan darah tebal, pengisian form biomedis serta penempelan stiker barcode.

Hadir dalam workshop nakes Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang diwakili Lia Susanti, SKM.,MKM. Dalam sambutannya, Kadinkes Provinsi Banten mengemukakan untuk arah pembangunan kesehatan diperlukan adanya data yang dapat memberikan informasi pencapaian hasil pembangunan yang telah terarah dan tepat sasaran. Badan Litbang kesehatan setiap lima tahun sekali melakukan pengumpulan data berbasis komunitas di seluruh Indonesia.

Rangkaian acara Workshop Enumerator/Training Centre Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 di Provinsi Banten berlangsung mulai Senin (9/4/208) hingga Selasa (17/4/2018). Pada hari Sabtu (14/4/2018) diadakan ujicoba di lapangan di dua tempat yaitu di Kelurahan Pondok Aren dan Pondok Jaya Kecamatan Pondok Aren Kecamatan Pondok Aren Tangerang Selatan. Keseluruhan pelaksanaan TC di Provinsi banten dihadiri tim validator independen dari Asosiasi Peneliti Kesehatan Indonesia (Apkesi) untuk memastikan mutu riskesdas 2018 termasuk tahapan TC yang dilakukan (ali)