Satu Data Serosurvei Antibodi Covid-19

178

Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Kementerian Kesehatan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Badan Litbang Kemendagri) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Integrasi Serosurvei Antibodi Covid-19 pada Populasi Umum di Seluruh Wilayah Indonesia” (22/10/2021). Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Plt Kepala Badan Litbangkes dan Kepala Badan Litbang Kemendagri di Ruang Rapat Rajawali, Gedung  Pelayanan Publik Badan Litbangkes.

Serosurvei antibodi Covid-19 merupakan survei berbasis epidemiologi yang didalamnya terdapat pengambilan darah untuk melihat antibodi terhadap virus SARS CoV-2 penyebab covid-19. Penelitian ini dilakukan bersama-sama (terintegrasi) antara Badan Litbangkes dengan Badan Litbang Kemendagri.

Badan Litbangkes akan melakukan penelitian pada wilayah non aglomerasi meliputi 25 provinsi dengan 53 kabupaten/kota. Adapun Badan Litbang Kemendagri melaksanakan penelitian di wilayah aglomerasi yang terdiri dari 9 provinsi.

Dalam sambutannya Plt. Kepala Badan Litbangkes, Nana Mulyana menyampaikan bahwa pertemuan ini sangat penting dan strategis karena dapat menentukan kebijakan untuk langkah selanjutnya. Nana juga menegaskan bahwa peran Kemendagri sangat kuat.

“.. maka diharapkan penguatan dari Kemendagri bagaimana bisa mengerahkan jajaran pemerintah daerah di 25 provinsi yang menjadi tanggung jawab Badan Litbangkes, 9 provinsi oleh Badan Litbang Kemendagri,” ujar Nana.

Lebih lanjut Nana berharap agar melalui forum ini sinergitas ke depan antara Badan Litbangkes dan Badan Litbnag Kemendagri dapat terus berlanjut meskipun terjadi transformasi di kedua belah pihak.

Senada dengan Nana, Kepala Badan Litbang Kemendagri Agus Fatoni dalam sambutannya berharap penelitian ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Ini penting termasuk di dalamnya untuk bisa melakukan penanganan yang tepat apakah pengetatan maupun pelonggaran termasuk juga kebijakan vaksin, kebijakan tatap muka di sekolah dan seterusnya,” ujar Fathoni.

Ruang lingkup perjanjian kerja sama meliputi pengembangan protokol penelitian; penggunaan instrument penelitian; integrasi dan analisis data; dan mekanisme pelaporan hasil penelitian.

Kerja sama ini bertujuan untuk memperoleh data gambaran profil kekebalan terhadap SARS CoV-2 pada masyarakat dan representasi data nasional yeng diperoleh mellaui integrasi data wilayah aglomerasi dan data wilayah non aglomerasi.

Diharapkan data tersebut dapat menjadi masukan dan rekomendasi kepada pemerintah untuk optimalisasi hasil, manfaat dan dampak vaksinasi Covid-19 pada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring. Turut hadir secara luring Sekretaris dan Para Kepala Puslitbang di lingkungan Badan Litbang Kemendagri, Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Kepala Puslitbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan serta Koordinator, sub Koordinator dan Kepala Subbagian Administrasi Umum di lingkungan Badan Litbang Kesehatan. Pelaksanaan kegiatan secara luring dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol Kesehatan. (Evi Suryani)