Rumuskan Kesepakatan Bersama, Hellis Dukung Poros Kebijakan Berbasis Fakta

267

Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) menyelenggarakan Lokakarya Nasional Jaringan Layanan Perpustakaan, Literatur, dan Informasi Kesehatan pada tanggal 8-10 Mei 2018 di Harris Hotel Tebet. Lokakarya ini dihadiri oleh pengelola perpustakaan dan informasi kesehatan di lingkungan Badan Litbangkes, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian di Indonesia.

Mengangkat tema “Kerjasama Jaringan Layanan Perpustakaan, Literatur, dan Informasi Kesehatan (Hellis) dalam Mendukung Poros Kebijakan Kesehatan Berbasis Fakta”, lokakarya dibuka oleh Dr. Nana Mulyana selaku Sekretaris Badan Litbangkes (8/5). Menurutnya di era digital saat ini paradigma informasi yang terjadi adalah informasi yang terkoneksitas, terkoordinasi, dan terintegrasi. Hal inilah yang menjadi fokus pada pertemuan jejaring informasi (hellis) kali ini. “Kita akan fokus bagaimana bisa mensuplai informasi-informasi hasil riset untuk ranah kebijakan”, ujarnya.

Lokakarya menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Nasional RI, Kepala Pusat Dokumentasi Informasi Ilmiah (PDII LIPI), Kepala UPT Perpustakaan Universitas Indonesia, Kepala Perpustakaan Universitas Sumatera Utara, Kepala Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ismail Fahmi, Ph.D (Konsultan Perpustakaan Nasional), dan Dwi Fajar Saputra, S.Sos (Praktisi Perpustakaan UPN Veteran Jakarta).

Sehari sebelumnya telah diselenggarakan kegiatan Pra Lokakarya yang diikuti oleh perpustakaan di lingkungan Badan Litbangkes yang bertujuan untuk penguatan repositori dan koordinasi pengelola perpustakaan di lingkungan Badan Litbangkes.

Sebagai bentuk komitmen bersama diakhir kegiatan dilaksanakan penandatanganan Kesepakatan Bersama dalam mendukung Kebijakan Kesehatan Berbasis Fakta yang terdiri dari pengelola perpustakaan dan informasi kesehatan perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Isi kesepakatan antara lain mendukung integrasi informasi hasil-hasil penelitian dalam suatu repositori penelitian dan pengembangan kesehatan yang akan dikembangkan  oleh Badan Litbangkes, mendukung rencana pemanfaatan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kesehatan untuk bahan pembuatan kebijakan. Selanjutnya akan diadakan pertemuan pimpinan perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam rangka memberikan dukungan kebijakan kesehatan berbasis fakta.

Melalui kegiatan ini Dr. Nana mengharapkan hasil-hasil riset dapat dimanfaatkan lebih baik, tidak hanya untuk kepentingan akademis tapi juga untuk kepentingan kebijakan.  Kedepan terbentuknya integrasi informasi akan mempermudah komunikasi/koordinasi dalam penetapan rekomendasi dan penetapan kebijakan. (R)