Ristek Dorong Kemandirian Bahan Baku Obat Nasional

90

Bali – Rangkaian acara puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang ke 24 tahun 2019 secara resmi dibuka oleh Menteri Riset dan Teknologi, Muhammad Nasir di Denpasar (26/08). Acara turut dihadiri Menteri Pertahanan dan Wakil Menteri Keuangan serta ratusan pelaku riset dan teknologi dalam negeri.

Topik bidang kesehatan menjadi salah satu yang mengemuka yakni tentang ketersediaan bahan baku obat-obatan produksi dalam negeri. Bidang ini masuk dalam 10 bidang pembangunan Indonesia di masa depan yang digagas Presiden dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) dan dikuatkan oleh UU Sistem Nasional Iptek yang baru saja disahkan di DPR.

“Yang kedua di bidang kesehatan dan obat-obatan, dimana obat-obatan sampai sekarang bahan baku kita itu masih banyak importnya, bahkan ada yang mengatakan sampai 90 persen sementara biodiversity kita sudah sangat tinggi sekali, ini harus kita kembangkan untuk bidang riset kesehatan dan obat-obatan” ujar Menristekdikti.

Badan Litbang Kesehatan melalui Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional sebagai salah satu institusi yang bergerak dalam riset tanaman obat telah menghasilkan 12 ramuan tanaman berkhasiat obat yang telah terbukti melalui proses saintifikasi dan bahkan Riset Tanaman Obat dan Jamu (Ristoja) telah memetakan ribuan tanaman yang berpotensial menjadi obat.

Hal ini akan terus dikembangkan melalui kerjasama dengan pihak produsen obat swasta sehingga hasil ramuan ini bisa digunakan oleh masyarakat luas dan cita-cita kemandirian bahan baku obat dapat segera tercapai. (AF)