Riskesdas dan Repositori Tanaman Obat Indonesia Berkiprah di Pameran Rakerkesnas 2018

448

Tangerang – Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek membuka secara resmi Pameran Rapat Kerja Kesehatan Nasional yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, tepatnya di Nusantara Hall. Pameran ini diikuti oleh 55 instansi pusat dan daerah, termasuk Badan Litbang Kesehatan.

Dalam pameran rakerkesnas ini stand Badan Litbang Kesehatan menampilkan informasi mengenai Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dan Saintifikasi Jamu. Riskesdas merupakan survei berkala yang telah dilakukan pada tahun 2007, 2010 dan 2013 untuk memantau indikator status kesehatan masyarakat dan determinan yang mempengaruhinya. Yang berbeda pada Riskesdas tahun 2018 ini adalah integrasi riset ini dengan Susenas yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik pada bulan Maret sebagai upaya mewujudkan One Data seperti yang diamanahkan presiden.

Mengenai Saintifikasi Jamu yang dikembangkan salah satu satuan kerja Badan Litbang Kesehatan di Tawangmangu, pengunjung pameran mendapat informasi mengenai aplikasi Repositori Tanaman Obat Indonesia. Aplikasi berbasis android ini berisi informasi lengkap mengenai tanaman obat Indonesia beserta contoh ramuan yang telah teruji melalui penelitian.

Selain kedua informasi itu, stand Badan Litbang Kesehatan juga membagikan buku Stunting di Indonesia, Masalah dan Solusinya yang ditulis oleh Dr. Trihono, M. Sc. dkk, jurnal dan media yang diterbitkan Lembaga Penerbit Balitbangkes. (dw)