Rifaskes dan SSGBI resmi diluncurkan dalam Rakerkesnas 2019

1155

Serpong- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi meluncurkan Riset Fasilitas Kesehatan: Riset Evaluatif Jaminan Kesehatan nasional (JKN) dan Studi Status Gizi Balita di Indonesia (SSGBI) terintegrasi Susenas Maret 2019 di 34 Provinsi di Indonesia dalam acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) di Serpong (12/2). Peluncuran ditandai dengan penayangan video sosialisasi Rifaskes dan SSGI dihadapan Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek dan Jajaran Eselon Satu Kemenkes serta peserta.

Kegiatan Rifaskes dilakukan untuk menyusun rekomendasi bagi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, terutama penguatan capaian Universal Health Coverage dan perbaikan JKN. Populasi Rifaskes adalah fasilitas pelayanan kesehatan dengan sampel seluruh Puskesmas. Untuk Rumah Sakit, Klinik, Apotek, Laboratorium Kesehatan, Dokter Praktek Mandiri dipilih secara Random Sampling sedangkan Bidan Praktek dipilih secara sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan di bulan April hingga Mei 2019.

SSGBI dilakukan dengan populasi rumah tangga balita di 514 kabupaten/kota di Indonesia dengan sampel rumah tangga yang mempunyai balita yang telah dikunjungi Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) di bulan Maret 2019 yang berjumlah 32.000 Blok Sensus atau  320.000 Rumah Tangga. Data dikumpulkan dengan cara melakukan pengukuran (antropometri) berat badan dan  panjang/tinggi badan balita serta melakukan wawancara untuk konfirmasi umur, jenis kelamin, kondisi sakit/sehat, oedema dan diare dari balita yang diukur. Pengumpulan data dilakukan setelah pelaksanaan Susenas 2019 yaitu April 2019.

Rakerkesnas diselenggarakan Selasa hingga Rabu (12-13 Februari 2019) diikuti 1.948 orang terdiri dari peserta Kemenkes, Unit Pelayanan Teknis (UPT) Vertikal Kemenkes, peserta Daerah (Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia), Lintas Sektor/Lintas Program, Swasta, serta organisasi masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan.

Rakerkesnas dibuka resmi Presiden RI Joko Widodo. Dalam arahannya Presiden menekankan kesehatan ini sangat mendasar sekali. Untuk itu penting  pemeliharaan kesehatan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Presiden mengapresiasi upaya Kementerian Kesehatan menurunkan angka stunting dari 37 persen pada 2014 menjadi 30 persen pada 2018 sambil tetap meminta para pemangku kepentingan termasuk kepala dinas kesehatan di semua tingkat untuk menyelesaikan masalah stunting ini.

Tema Rakerkesnas kali ini adalah Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam Penguatan Pelayanan Kesehatan Menuju Cakupan Kesehatan Semesta. Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam sambutannya menyampaikan cakupan kesehatan semesta bukan hanya pencapaian jumlah orang yang dicakup oleh JKN, melainkan suatu rangkaian upaya yang holistik, strategis, dan integral dari semua upaya pembangunan kesehatan pada seluruh tahapan siklus kehidupan manusia.

Cakupan kesehatan semesta juga sangat berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yang mentargetkan bahwa pada tahun 2030 tidak satupun orang yang tidak menikmati hasil pembangunan berkelanjutan (no one is left behind),” kata Menkes. (ali)