Rekrutmen Tenaga Nusantara Sehat Lebih Ketat

260

Namlea—Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) berkunjung ke pulau Buru menghadiri Rapat Kerja Kesehatan daerah (Rakerkesda) di Kabupaten Namlea tanggal 11 Mei 2018. Sebelum Rakerkesda, tanggal 10 Mei 2018 diadakan Pra Rakerkesda di aula Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), kabupaten Namlea. Pra Rakerkesda dibuka Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Baliltbangkes), dr. Siswanto, MHP., DTM.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes Nila berdialog juga dengan petugas kesehatan dan para enumerator Riskesdas (RKD) 2018, yang bertugas di kabupaten Buru, tanggal 11 Mei 2018. Menkes mengemukakan Program Nusantara Sehat (NS) merupakan salah satu kegiatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan. Program ini dicanangkan untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diutamakan oleh pemerintah guna menciptakan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan. NS lebih ketat karena perlu penghitungan yang tepat. Kami menginginkan yang betul-betul mau, bisa, tahan dan loyal ditempatkan di daerah hilir. Banyak petugas NS yang sudah kembali dan ingin kembali secara individu. Enumerator Riskesdas yang ingin ikut program NS, silahkan, tetapi tetap melalui seleksi juga. Mesti tahan banting juga, jelas Nila kepada Faizal, salah satu dokter yang bertugas di salah satu puskesmas di kabupaten Buru.

Pengalaman ikut survei skala besar, akan sangat bermanfaat untuk pendidikan S2 dan sebagainya. Kalau ingin masuk NS, ada NS tim dan NS individual. Jadi silahkan saja, artinya dengan perjuangan itu, akan menambah kompetensi dan proses psikologinya menjadi tambah bagus, Siswanto menambahkan.

Siswanto mengatakan, secara nasional, imunisasi masih dibawah dibawah 90% (target WHO). Data Ditjen P2P 2013, 78,33%. Imunisasi tergantung kualitas, misal listrik mati, membawa vaksin ke posyandu dengan menggunakan es batu, harusnya pake ice pack. Jika rantai dingin tidak baik, vaksin yang sampai tidak bermutu. Dulu ada jurim (juru imunisasi), yang bertanggung jawab cold chain. Sekarang siapa yang bertanggung jawab ?. Siswanto mengusulkan Capaian UCI sebaiknya sampai pada level tingkat pustu. Rantai dingin penting. Jaraknya harus pas. Maka sistem surveilens harus jalan.#EM