Rapat Koordinasi Pemeriksaan COVID-19, Ungkap Hambatan di Lapangan

200

Jakarta –  “Penanganan COVID-19 masih perlu peningkatan dan upaya-upaya agar lebih menurunkan kasus dan menyembuhkan yang sakit serta mencegah penularan,” ungkap dr. Slamet, MHP Kepala Badan Litbangkes dalam pertemuan Rapat Koordinasi Pemeriksaan COVID-19 yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 30 Januari 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Slamet menekankan kembali pentingnya 3T yaitu tracing, testing, dan treatment dalam penanggulangan pandemi yang mendera negeri ini. Slamet juga meminta untuk memisahkan orang yang melakukan testing bukan karena tracing tetapi karena kepentingan tertentu seperti bertemu pimpinan atau perjalanan dinas.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK.01.07/MENKES/9847/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Coronavirus Desease 2019 (COVID-19), menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi diberikan kewenangan untuk memberikan rekomendasi terhadap laboratorium yang akan melakukan pemeriksaan COVID-19 dan juga mengatur agar laboratorium melaporkan setiap hasil pemeriksaan spesimen COVID-19 melalui Aplikasi Allrecord. Sampai saat ini terdapat 612 laboratorium yang tergabung dalam Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Covid-19 yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Kepala Pustlitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Dr. dr. Vivi Setiawaty mengatakan  hambatan yang terjadi di lapangan adalah masih banyak laboratorium yang belum melaporkan hasil pemeriksaan secara teratur. Selanjutnya Vivi mengungkapkan permasalahan yang berhasil diidentifikasi dalam penanganan laboratorium pemeriksaan COVID-19.

Pertama, tampilkan data jumlah test harian/1000/minggu dibandingkan dengan kapasitas laboratorium PCR, dari masing masing Kab/Kota. Sehingga dapat dibuatkan usulan strategi untuk memperbaiki. Kedua, tampilkan data rata-rata jumlah hari keluarnya laporan test PCR untuk masing masing Kab/Kota dan dibuatkan usulan strategi perbaikan agar semua dibawah 48 jam.

Ketiga, tampilkan data trend jumlah testing/1000/minggu dibandingkan dengan positivity rate per Kab/Kota. Sehingga bisa diketahui siapa yang benar strategi testing-nya dan siapa yang buang-buang uang saja. Keempat, tampilkan data agregat testing harian masing masing Kab/Kota yang diperiksa dibandingkan dengan data yang diunggah ke aplikasi Allrecord, sehingga bisa diketahui selisihnya per hari berapa sehingga dapat dibuatkan usulan perbaikan. Kepala Badan Litbangkes mengapresiasi kepada para fontline yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Jangan bosan-bosan untuk tetap mengerjakan sesuatu sesuai dengan peran kita untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam hal ini untuk mencegah penyebaran COVID-19-19. Sehingga pandemi ini segera berakhir,” pesan Slamet saat menutup kegiatan. (Penulis : HC; Editor : FNW)