Puslitbang HMK Balitbangkes adakan Workshop Autopsi Verbal, Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SPMK) dan Manajemen Data

255

Bekasi– Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan (Puslitbang HMK) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) menyelenggarakan kegiatan “Workshop Training of Trainer Autopsi Verbal, Sertifikasi Medis Penyebab Kematian dan Manajemen Data dalam Penguatan Sistem Pencatatan Kelahiran, Kematian (PSPKKPK) untuk mendukung Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H)” pada hari Selasa hingga Jum’at (21-24 Juli 2020). Acara dibuka Kepala Puslitbang HMK Badan Litbangkes Sugianto.

Sugianto mengemukakan acara workshop ini dilakukan sebagai persiapan dan pelatihan bagi pengajar yang nantinya akan melakukan pelatihan di Kabupaten Malang sebagai lokasi implementasi Sistem Pencatatan Kelahiran, Kematian, dan Penyebab Kematian tahun 2020. Sebelumnya di tahun 2019 telah dilakukan penerapan PS2H di lokasi percontohan di Kabupaten Kudus, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Makasar.  

Dalam arahannya Sugianto menekankan semua tahapan harus menyesuaikan dengan adaptasi kebiasaan baru dan memastikan mana yang bisa dilakukan secara daring atau luring dan hindari risiko yang dapat menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19. Selain itu, Kepala Puslitbang HMK berharap penelitian ini adalah penelitian yang dapat menunjukan sekaligus memastikan bahwa apa yang kita lakukan sebagai jalan panjang membangun kebijakan sebagai bentuk tanggungjawab institusi menjadikan hasil penelitian bermuara pada kebijakan.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dede Anwar Musaddad sebagai penanggungjawab riset menyatakan Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H) digunakan sebagai dasar  memperoleh berbagai ukuran demografi dan epidemiologi yang diperlukan dalam perencanaan pembangunan nasional. Adanya Angka kematian dan angka kelahiran yang valid menjadi indikator keberhasilan pembangunan, termasuk kesehatan. Selain itu, Menurut Prod. Dede Anwar statistik penyebab kematian digunakan untuk pengembangan kebijakan kesehatan, monitoring kemajuan program, dan menentukan prioritas program kesehatan.

Selama kurun waktu tahun 2020 dilaksanakan serangkaian langkah kegiatan. Diawali dengan kegiatan sosialisasi dan advokasi kepada Bupati Malang dilanjutkan dengan penyusunan rencana dan tindak lanjut. Pada workshop ini juga dilakukan pelatihan Autopsi Verbal, Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SPMK) dan Manajemen Data. Integrasi/interoperabilitas sistem dilakukan sebelum kegiatan pengumpulan pengolahan dan analisis data. Hasil pengumpulan, pengolahan dan analisis selanjutnya akan dimanfaatkan dalam pembangunan kesehatan (Penulis: Fachrudin Ali, Penyunting: Ully Adhie)