Puasa Tak Menghalangi Vaksinasi Dosis Kedua di Wantannas

102

Jakarta – Puasa tak menghalangi pelaksanaan vaksinasi dosis kedua di Dewan Ketahanan Nasional, Jakarta (23/04/2021). Sebelumnya telah dilaksanakan vaksinasi dosis pertama pada tanggal 26 Maret 2021. Interval waktu antara vaksinasi dosis pertama dan kedua dilakukan dalam kurun waktu 28 hari. Dalam kedua proses penyelenggaraan pelaksanaan vaksinasi dosis pertama maupun kedua, Badan Litbangkes turut berperan serta.Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Harjo Susmoro dalam sambutannya mengatakan bahwa apa yang sudah diupayakan sudah maksimal. Upaya medis diharapkan dapat menjadi pamungkas. Selain upaya-upaya lain yang tetap dijalankan seperti 5M dan 3T.

Selanjutnya Harjo mengatakan bahwa vaksinasi merupakan ikhtiar yang dilakukan untuk menjawab ujian yang Allah berikan .Senada dengan Harjo, dalam sambutannya Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat, Doddy Izwardi  berujar, “Vaksin bukan segala-galanya, kita tetap harus menerapkan 5M”.

5M meliputi memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi.Tahapan yang dilalui peserta vaksinasi meliputi pendaftaran dan registrasi; skrining dan penyuntikan vaksin; observasi; serta check out. Terdapat mini ICU untuk mengakomodir peserta vaksinasi yang mengalami gejala setelah vaksinasi maupun pengobatan setelah skrining.Sebanyak 151 pegawai dari 154 yang teregistrasi mendapatkan vaksinasi dosis kedua. Terdapat 3 pegawai yang mengalami tunda dikarenakan kontak erat dengan penderita Covid-19 dan kondisi tubuh yang kurang sehat.

Instansi yang turut terlibat dalam penyelenggaraan vaksinasi dosis kedua yakni Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Pusat Data dan Informasi, RS Pelni, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat dan Puskesmas Gambir. Penyelenggaraan vaksinasi dosis kedua di Dewan Ketahanan Nasional menutup rangkaian pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kementerian/Lembaga yang diamanatkan kepada Badan Litbangkes. (Evi Suryani)