Promosi Doktor Teti Tejayanti dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat

44

Depok – Teti Tejayanti, sejak Senin 14 Januari 2019 layak menyandang gelar sebagai doktor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat. Gelar tersebut diperoleh setelah mempertahankan disertasinya di hadapan Senat Guru Besar Universitas Indonesia.

Disertasi dengan judul “Determinan Sosial Kematian Maternal dan Neonatal di Indonesia: Analisis Data Survei Penduduk Antarsensus 2015 dan Sensus Potensi Desa 2014” dipertahankan dihadapan Komisi sidang akademik yang dipromotori oleh Prof. dr. Budi Utomo, MPH, Ph.D dengan kopromotor Prof. dr. Endang Laksminingsih Achadi, MPH, Dr.PH dan Dr. dr. Trihono, M.Sc.

Adapun para penguji terdiri dari Prof. dr. Purnawan Junadi, MPH, Ph.D sebagai ketua sidang dan para anggota adalah Prof. dr. Meiwita Paulina Budiharsana, MPH, Ph.D; Dr. dr. Kemal N. Siregar, MA, Ph.D; Dr. Wendy Hartanto, MA; Dr. Drs. Nana Mulyana, M.Kes; dan Teguh Yudo Wicaksoni, SE, Ph.D.

Dalam disertasinya, Teti mengungkapkan bahwa penelitiannya bertujuan mencari determinan sosial kematian maternal dan neonatal di Indonesia termasuk determinan geografis, sosio-ekonomi, dan program kesehatan. Analisis determinan menggunakan data SUPAS 2015 dan PODES 2014 melalui teknik analisis regresi linear ganda.

Hasilnya menunjukkan faktor geografis dan sosio-ekonomi masih menjadi determinan utama kematian maternal dan neonatal. Jarak dari tempat tinggal ke rumah sakit menjadi faktor penentu kematian maternal dan neonatal.

Kesimpulannya, faktor sosial mempengaruhi kematian maternal dan neonatal melalui akses terhadap layanan obstetrik dan neonatal emergensi di rumah sakit.

Beberapa hal yang disarankan Teti bagi Pemerintah Pusat adalah hasil penelitian yang bersumber data SUPAS dan PODES ini dapat memberikan informasi yang baik untuk memandu program, sehingga pada tahun-tahun berikutnya kegiatan tersebut tetap dilakukan, guna melihat perubahan dan kemajuan yang terjadi. Selain itu bukti menunjukkan jarak yang jauh ke rumah sakit meningkatkan kematian, sehingga rujukan pada sistem Program Jaminan Kesehatan Nasional sebaiknya sistem rujukan maternal dan neonatal berbeda dengan kasus lainnya, yaitu rujukan yang bersifat emergensi sehingga merujuk pada rumah sakit terdekat dan kompeten.

Dengan promosi ini tentunya akan banyak kerja yang perlu digarap oleh ibu dari Ditya dan Dinda. Akhirnya masyarakat Indonesia sangat menanti kiprah Teti Tejayanti sebagai seorang doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat. Selamat bekerja. (Chan).