Percepat Program Pemerintah, Kemenkes Fasilitasi Vaksinasi KPU

822

Jakarta– Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan (HMK) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan, memfasilitasi vaksinasi dosis pertama 1057 pegawai di lingkungan KPU R.I, KPU Provinsi DKI dan 5 KPU Kota dan Kepulauan Seribu  selama 2 hari yaitu tanggal 17 – 18 Maret 2021. Kegiatan ini diharapkan menjadi percepatan program pemerintah dalam pengendalian COVID-19. “Ini merupakan upaya percepatan  cakupan. Jika kita tidak ada mobilisasi dan percepatan cakupan itu, maka akan lambat. Padahal kita ingin mencapai herd immunity, idealnya  70% penduduk Indonesia harus segera divaksinasi. Maka kita harus melakukan terobosan dan inovasi percepatan dari vaksinasi itu sendiri”, demikian menurut Sugianto, Kepala Puslitbang HMK sekaligus Koordinator Pelaksanaan Vaksinasi di KPU RI.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini, melibatkan banyak pihak diantaranya  bekerja sama dengan beberapa unit utama di Kemenkes, Puslitbang HMK pun bermitra dengan sektor kesehatan lain. “Kita banyak berkoordinasi dengan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Ditjen Pelayanan Kesehatan (Yankes), Badan PPSDM BPJS Kesehatan dan tentunya dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta,Suku Dinas Jakarta Pusat dan Puskesmas Kecamatan Menteng yang menyediakan vaksin itu sendiri. Tim vaksinator ada lima tim dari RSU Sumber Waras 1 tim, RS Columbia Asia Pulo Mas 1 tim, KKP  Kelas 1 Soekarno Hatta 2 tim dan Klinik KPU sendiri 1 tim”, dengan didukung tim internal KPU terutama dalam mendukung pada meja sistem antrian,registrasi,pencetakan kartu vaksinasi sampai dengan check out tambah Sugianto.

Pada hari pertama, telah divaksinasi sejumlah 553 orang sedangkan yang mengalami penundaan sebanyak 21 orang dengan berbagai alasan diantaranya karena penyintas covid 19 yang kurang dari 90 hari,hipertensi,penyakit jantung dan auto imun. Hadir di sesi vaksinasi pagi, beberapa Komisioner  KPU RI, yakni Arif Budiman,  Evi Novida Ginting Manik , I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dan  Ilham Saputra (Plt. Ketua) serta Bernad Dermawan Sutrisno (Sekjen KPU RI).

Para peserta vaksinasi mengikuti alur sebagaimana standar pelaksanaan vaksinasi Kemenkes, yakni terdiri dari lima meja. Pengecekan data dan pendaftaran dilakukan di meja 0 dan 1. Di meja ini peserta vaksinasi harus menyerahkan KTP untuk diverifikasi dan masuk ke dalam sistem antrian. Selanjutnya, di meja kedua petugas kesehatan melakukan penapisan kesehatan kepada peserta. Jika lolos di meja ini, peserta dapat menerima vaksin di meja ketiga lalu diobservasi di meja keempat selama 30 menit. Apabila setelah melewati masa observasi 30 menit peserta tidak merasakan keluhan apapun, maka diperbolehkan check out di meja kelima. Untuk mencegah terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), panitia penyelenggara menyediakan ICU mini dan ambulans gawat darurat yang siap merujuk ke Rumah Sakit Rujukan COVID-19 terdekat.

Plt. Ketua KPU sangat menyambut baik program vaksinasi ini. Kegiatan vaksinasi di KPU ini sangat penting menurutnya, mengingat sudah harus segera dilakukannya persiapan Pemilu 2024. “Tentu kami menyambut baik hal ini karena KPU ini termasuk institusi negara penyelenggara pemilu yang sering berinteraksi dengan masyarakat. Apalagi kami sering berkoordinasi dengan KPU provinsi, kabupaten/kota. Sehingga penting bagi kami meminta kepada Bapak/Ibu di Kemenkes agar proses vaksinasi bisa dijalankan di KPU. Kami berharap tidak ada lagi kejadian-kejadian atau petugas-petugas atau staf kami, dan kami dari komisioner terkena dampak dari virus COVID-19 ini”, ujar Ilham. (NB)