Penguatan Sistem Kesehatan Daerah untuk Cakupan Kesehatan Semesta

1239

Jambi – Pembangunan kesehatan di Provinsi Jambi pada tahun 2018 telah cukup berhasil meningkatkan derajat hidup kesehatan masyarakat. Namun masih ada indikator yang perlu perhatian khusus. Diantaranya kasus kematian ibu dan bayi, stunting, serta gizi balita. Hal tersebut disampaikan Asraf Staf Ahli Gubernur yang mewakili Gubernur Jambi saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Jambi 2019 (2/4).

Asraf menambahkan perhatian khusus lainnya pada tingginya angka kematian akibat penyakit menular, kesenjangan kualitas kesehatan dan akses terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu antar wilayah, belum meratanya pemenuhan tenaga kesehatan dan terbatasnya sumber pembiayaan kesehatan.

“Melalui Rakerkesda Provinsi Jambi ini kita dapat merumuskan dan mencari solusi terhadap perumusan masalah kesehatan tersebut dengan sinergisme,  integrasi, dan kolaborasi, peran pemerintah provinsi dan kabupaten kota dengan pemerintah pusat, lintas sektor, organisasi masyarakat, organisasi profesi, NGO, serta swasta,” tuturnya.

Selanjutnya Kepala Badan Litbang Kesehatan Siswato mewakili Menteri Kesehatan turut menyampaikan bahwa cakupan kesehatan semesta tidak cukup dari kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS saja. Tetapi harus ada jaminan dari pemerintah, bahwa setiap warga negara mendapat pelayanan yang holistik atau keseluruhan. Mulai dari promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan valiatif yang berkualitas dan efektif sesuai dengan kebutuhan.

“Cakupan Kesehatan Semesta (UHC) tidak hanya cukup bahwa ke Fasyankes gratis, tidak cukup. Tetapi harus ada Puskesmas dan jejaringnya sampai dengan Rumah Sakit mampu melayani dalam konteks SDM-nya ada, obatnya ada, dan sebagainya. Oleh karena itu, penguatan sistem kesehatan daerah menjadi sangat penting,” jelasnya.

Siswanto mengingatkan, tujuan pembangunan kesehatan yang utama adalah meningkatkan umur harapan hidup yang berkualitas. Artinya tidak hanya umur yang panjang namun juga sehat. Hal itu bisa dicapai melalui suatu sistem kesehatan, sumber daya manusia yang berkualitas, tersedianya obat, dan didukung pembiayaan yang cukup.

Tiga pilar utama pembangunan kesehatan yang tertuang dalam Rencana Strategis Kemenkes yaitu paradigma sehat, pengutan pelayanan kesehatan, dan peningkatan cakupan kepesertaan JKN. “Oleh karena itu, apa yang sudah menjadi program seperti GERMAS, peningkatan UPKM dan PIS PK, penempatan SDM melalui Nusantara Sehat baik individu maupun kelompok, pelaksanaan standart pelayanan minimal, dan sebagainya ini harus kita jalankan sebaik-baiknya,”pesan Siswanto. (FNW)