Penerapan Kelayakan Etik Secara Digital

225

Bandung – Komisi Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (KEPPKN) menyelenggarakan pertemuan Jaringan
Komunikasi Nasional (JARKOMNAS) dengan mengusung tema kegiatan “SIM-EPK dan Akreditasi KEPK’

Suguhan musik angklung dan lagu daerah jawa barat manuk dadali dan es lilin dari mahasiswa mahasiswi Jurusan
Farmasi Poltekkes Kemenkes Bandung mengawali pembukaan pertemuan ini. Sambutan terima kasih dari Direktur
Poltekkes Kemenkes Bandung disampaikan atas ditunjuknya Poltekkes Kemenkes sebagai pelaksana pertemuan nasional
Jarkomnas yang kedua ini.

Hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Hukum Kesehatan, Kementerian Kesehatan Dr. Kuwat Sri
Hudoyo, MS. Kuwat Sri Hudoyo (26/11) menyampaikan rasa syukur yang sebesar-besarnya bahwa pembangunan sektor
kesehatan telah dapat menunjukkan hasil-hasil yang mengesankan, khususnya dalam meningkatkan pemerataan dan
kualitas pelayanan bidang kesehatan. Perkembangan ini tidak terlepas dari peran ilmu pengetahuan di bidang
kesehatan yang dipacu dan diarahkan oleh berbagai jenis penelitian.

Sebelum hasil penelitian dapat dimanfaatkan dengan aman dan efektif untuk kesehatan manusia, diperlukan proses
penelitian dengan mengikutsertakan manusia, sebagai subyek penelitian. Relawan manusia yang bersedia menjadi
subyek penelitian ini, mungkin akan mengalami ketidaknyamanan, rasa nyeri, dan terpapar terhadap berbagai macam
risiko.

Disamping itu juga, SAM Bidang Hukum Kesehatan Kemenkes mengatakan bahwa tupoksi KEPPKN untuk merumuskan dan
menentukan serta menetapkan standar operasional dan pedoman baik yang bersifat nasional maupun universal,
termasuk akreditasi bagi KEPK. menyampaikan apresiasi pada KEPPKN dan juga KEPK serta seluruh alumni pelatihan
etik dan Good Clinical Practice (GCP) atas upaya bersama dalam memupuk tumbuhnya kesadaran akan pentingnya etik
penelitian kesehatan yang mengikutsertakan manusia sebagai subyek.

Sekretaris Badan Litbang Kesehatan merangkap sebagai Sekretaris KEPPKN Dr. Nana Mulyana menyampaikan laporan
bahwa dalam pelaksanaan Jarkomnas 2017 telah dirumuskan dan disajikan standar yang bersifat global/universal,
merujuk pada standar WHO 2011 dan pedoman global dari WHO-CIOMS 2016, serta Pedoman KEPPKN 2017. Berdasarkan
rekomendasi dan rencana tindak lanjut dari Jarkomnas 2017 perlu juga dilakukan telaah etik secara digital
menggunakan Aplikasi Online SIM-EPK.

Dalam perjalanannya, Badan Litbangkes dan KEPPKN kemudian menyusun sistem aplikasi digital berbasis web untuk
proses persetujuan kelayakan etik. Aplikasi yang dibangun setidaknya sudah menyediakan fitur digital untuk
melakukan pendaftaran KEPK, pendaftaran peneliti atau pihak yang mengajukan protokol untuk disetujui kelaikan
etiknya serta sistem pengusulan protokol dan proses persetujuan/kelayakan etik yang dilakukan tim KEPK.
(FA/MS/AF)