Penelitian Prioritas di Masa Pandemi Covid-19

342

Bandung, Diseminasi hasil penelitian prioritas nasional dilaksanakan tanggal 21-23 Desember 2020, di Bandung. Kegiatan ini  dibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Ltbangkes), dr. Slamet, MHP, secara virtual. Pada kesempatan ini, Kepala Pusat Litbang Upaya Kesehatan Masyarakat, Ir. Doddy Izwardi, MA juga melaporkan hasil penelitian survey besar yang baru saja dilaksanakan. Kedua survey tersebut adalah Studi pelaksanaan pemantauan pertumbuhan Balita dan determinan stautus gizi pada masa pandemi Covid-19 dengan protokol kesehatan (SSGI), dan Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) di Indonesia Tahun 2020. 

Pemantauan terhadap tinggi dan berat badan anak berdasarkan umur, perlu dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi terjadinya stunting pada Balita di Indonesia,  ujar Doddy. Uniknya penelitian ini juga menyajikan data kebiasaan Buang air besar (BAB) masih banyak di kolam/kali/saluran air/pantai 31.9%. Rata-rata balita umur 12-23 bulan mengalami infeksi saluran pernafasan akut (Ispa, tuberkulosis (TB), Diare, dan Campak. Diantara penyakit tersebut, yang paling banyak diderita oleh Balita adalah Ispa yaitu 24,2%. Sedangkan hanya 1 dari 2 orang balita sakit yang mengakses ke pelayanan Kesehatan atau melakukan pemeriksaan/pengobatan. Walaupun masa pandemi, imunisasi di pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan cakupan 81,9%. Akan tetapi masih banyak balita berusia diatas 6 bulan yang tidak mengakses  bantuan pemberian makanan tambahan  (PMT), yaitu 76,5%.

Meskipun hasil studi kualitas air minum (SKAMRT) masih bersifat sementara, terungkap bahwa 83% rumah tangga memiliki akses air minum di dalam rumah/di dalam pekarangan rumah, Serta  lebih dari 90% rumah tangga mendapat akses ketersediaan air minum yang tersedia setiap saat > 90%. Lebih lanjut, persentase rRumah tangga yang mengolah air sebelum diminum adalah 61%. Sedangkan  air minum yang tidak diolah terlebih dahulu sekitar 39%, tetapi pada definisi operasionalnya penggunaan air minum isi ulang atau air minum dalam kemasan merupakan kategori dari penggunaan air minum tanpa diolah, ujar Joko Irianto. Penelitian prioritas nasional dilaksanakan pada pada masa pandemi Covid-19. Peneliti yang bertugas mengumpulkan data di masyarakat tetap diwajibkan menjalankan protokol kesehatan. Menggunakan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah wawancara, dan menjaga jarak saat wawancara.

Kegiatan diseminasi berlangsung selama 3 hari, yaitu paparan dari tim masing-masing studi, diskusi dan terakhir rencana tindak lanjut. Hadir pada acara ini Kepala Dinas Kesehatan atau perwakilan dari seluruh Provinsi di Indonesia, tim yang terlibat pada penelitian SSGI dan SKAMRT, serta pejabat Kementerian Kesehatan terkait kedua studi prioritas tersebut.#EM(edit UAM/foto NSR)