Penelitian Mesenchymal Stem Cell, Kerjasama Balitbangkes dengan Daewoong Infion untuk mencari alternatif terapi COVID-19

491

Dalam rangka mendukung percepatan penemuan terapi yang efektif untuk penyakit COVID-19, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Perusahaan Biofarmasi Daewoong Infion bekerjasama melakukan uji klinis fase 1 terapi Mesenchymal Stem Cell (MSC) atau yang lebih dikenal dengan Sel Punca Mesenkimal, di Indonesia. Terapi sel punca sendiri bukanlah terapi yang asing. Dengan julukan sebagai “obat modern”, terapi ini diduga dapat mengatasi masalah gejala pernafasan akut (Acute Respiratory Distress Syndrome) yang timbul pada pasien COVID-19. Stem Cell sendiri tidak bekerja secara langsung membunuh virus, melainkan memiliki fungsi sebagai immunomodulator yang menekan produksi substansi-substansi reaktif penyebab hiperinflamasi dan mencederai jaringan paru. Selain itu sebagai tambahan MSC memiliki efek antifibrotik yang dapat menggantikan jaringan paru yang fibrosis atau cedera akibat hiperinflamasi.

Berdasarkan hasil penelitian-penelitian di negara lain yang diterbitkan dalam bentuk systematic review dan meta-analisis[1], MSC telah terbukti aman, dengan efek samping yang minimal, dan memberikan manfaat dalam menurunkan kematian dan perbaikan fungsi paru pada pasien dengan masalah gejala pernafasan akut (Acute Respiratory Distress Syndrome). Sementara untuk produk DW-MSC yang telah melalui fase uji pre-klinis pada hewan coba oleh Daewoong Pharmaceutical, sebuah perusahaan farmasi asal Korea Selatan, terbukti aman dan berkhasiat. Namun demikian, masih memerlukan waktu untuk pembuktian lebih lanjut pada manusia.

Berdasarkan hal tersebut, Balitbangkes melihat potensi MSCsebagai terapi pada pasien COVID-19, dan menyambut baik kerjasama yang ditawarkan Daewoong Infion untuk melakukan uji klinik pada produk DW-MSC ini.  Pada fase uji klinis ini, produk Mesechymal Stem Cell dari Daewoong Infion (DW-MSC) akan dicobakan pertama kali pada manusia untuk dinilai keamanannya. Produk DW-MSC merupakan penelitian Mesenchymal Stem Cell pertama yang didukung oleh Balitbangkes. Menurut koordinator penelitian, Dr. dr. Irmansyah, SpKJ, penelitian ini direncanakan dilakukan di salah satu rumah sakit milik Kementerian Kesehatan. Irmansyah juga mengharapkan dukungan dan kerjasama semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan penelitian mulai dari persiapan sampai dengan tahap akhir, diperolehnya hasil penelitian dan publikasi di jurnal ilmiah yang bereputasi. (RMI)

[1] Qu, W, Wang, Z, Hare, JM, et al. Cell‐based therapy to reduce mortality from COVID‐19: Systematic review and meta‐analysis of human studies on acute respiratory distress syndrome. STEM CELLS Transl Med. 2020; 1– 16. https://doi.org/10.1002/sctm.20-0146