Penandatanganan Nota Kesepahaman Surveilans Genom Virus SARS-COV-2

747

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang Surveilans Genom Virus SARS-COV-2 (8 Januari 2021).  Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Slamet , dengan Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi / Sekretaris Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional, Mego Pinandito tentang Riset dan Inovasi Dalam Rangka Surveilans Genom Virus Sars-Cov-2.

Nota kesepahaman ini merupakan acuan dan landasan kerjasama kedua kementerian dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk menyelenggarakan surveilans genom SARS-COV-2 guna mengetahui epidemiologi molekuler, karakteristik, dampak pada kesehatan serta pelacakan kasus untuk manajemen pencegahan dan penanggulangan covid 19.

Kerja sama ini dilandasi adanya pandemic yang berdampak luas serta terdapatnya laporan mutasi jenis strain virus SARS-CoV-2 yang baru di beberapa negara.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan berharap agar segera terbentuk jaringan kerjasama, terjadinya pertukaran sumber daya dan informasi yang ”cair” serta meningkatkan eksistensi Indonesia di dunia internasional. 

“Jika eksistensi kita ada di dunia internasional diharapkan perspektif Indonesia bisa dibawa masuk kesana sehingga apabila ada keputusan di level dunia yang harus diambil sudah masuk perspektif Indonesia”,  ujar Budi Gunadi.

Lebih lanjut Budi Gunadi berharap agar sistem ketahanan nasional di Indonesia dalam menghadapi virus dapat dibangun sehingga ke depannya bangsa Indonesia akan jauh lebih siap. 

Sebelumnya Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan bahwa tujuan melakukan genomik surveilans, utamanya terbagi dalam dua  aktifitas yaitu whole genome sequencing dan surveilans genomic yang bersifat spesifik. Tidak hanya  menyampaikan informasi lebih banyak kepada dunia terkait karakter virus covid 19 yang ada di Indonesia dalam bentuk whole genome sequencing tapi juga mempelajari dan mengetahui secara cepat apabila terjadi mutasi virus yang berpotensi membuat penularan yang lebih cepat atau membuat penyakit lebih berat bagi penderitanya. Selain itu juga untuk lebih mendalami cara penanganan pasien covid 19 berdasarkan hasil genomic surveilans ini . 

Kepala Badan Litbangkes, Slamet dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam pelaksanaannya kegiatan genom surveilans juga akan melibatkan banyak pihak antara lain perguruan tinggi, RS dan laboratorium.

Penandatanganan secara daring ini disaksikan pula oleh Ketua Konsorsium Riset Inovasi covid 19 Ali Ghufron, Kepala Lembaga Biologi molekuler Eijkman Subandrio,serta para pejabat pimpinan tinggi dan pratama di lingkungan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset dan Teknologi.(ES)