Penandatanganan Kerja Sama Badan Litbang Kesehatan dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)

634

Jakarta, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) kembali melaksanakan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Untuk mencapai riset yang terjaga mutunya, beberapa kegiatan persiapan dilakukan. Salah satunya mengadakan konsolidasi dengan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi (PB PDGI) di ruang rapat Kawengian, tanggal 11 Januari 2018.

Pertemuan dipimpin Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat (Puslitbang UKM), drg. Agus Suprapto, M.Kes. Pertemuan membahas kesiapan penanggung jawab blok gigi, biomedis, dan kesehatan masyarakat (Kesmas) pada Riskesdas 2018. Acara diawali penandatanganan perjanjian kerjasama antara Badan Litbangkes dengan PB PDGI. Hadir di pertemuan, Iwan Dewanto dan  Melissa Adiatman dari PB PDGI, penanggung jawab blok gigi, biomedis dan kesmas, serta tim sekretariat Riskesdas dan pejabat di lingkungan Puslitbang UKM.

Dalam sambutannya, Agus Suprapto menyinggung pertemuan dengan Menteri Kesehatan, terkait kuesioner Riskesdas 2018. Menurut Agus Suprapto kuesioner yang final dan digunakan per tanggal 4 Januari 2017. Dalam kesempatan itu, tim Biomedis yang diwakili Rita memaparkan rencana kerja tim. Tim biomedis akan memberikan buku saku, untuk pegangan saat pengumpulan data (puldat), kepada pendamping tenaga kesehatan (nakes), penanggung jawab teknis (pjt), dan enumerator. Agar pada saat pelaksanaan puldat mengetahui tahapan apa yang harus disiapkan, pendekatan pemeriksaan saat puldat. Sebelum puldat biomedis dilakukan, responden harus diberi informasi terlebih dahulu.

Iwan Dewanto dari PB PDGI memaparkan, rencana kerja tim blok gigi, mulai dari pelatihan hingga enumerator turun lapangan. Menjelang akhir pertemuan, Agus mengingatkan bahwa serah terima berkas data  dari atau ke PB PDGI, harus menggunakan surat, agar jelas pertanggungan jawabnya. Apabila ada perubahan pada pedoman, tetap koordinasi dengan sekretariat riskesdas karena terkait proses cetak dan pelatihan selanjutnya.#EM&NF