Pemerintah Luncurkan Perpres Penanggulangan TBC

408

Jakarta – Pemerintah meluncurkan Peraturan Presiden Nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis pada Kamis, 19 Agustus 2021 secara virtual. Peluncuran Peraturan Presiden ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Menteri PPN/Bappenas, Ketua Dewan Pembina Stop TB Partnership Indonesia, dan Anggota  Komisi IX DPR RI.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengajak semua pihak untuk meningkatkan komitmen seluruh pihak, yaitu Kementerian/Lembaga, pemerintah pusat dan derah, swasta, perguruan tinggi, media massa, organisasi kemasyarakatan, serta komponen masyarakat yang lebih luas lainnya dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC). “Dengan mempercepat penanggulangan TBC ini diharapkan kita akan mencapai target Eliminasi TBC pada tahun 2030”, ujarnya.

Menko Muhadjir juga mengingatkan arahan Presiden Joko Widodo dalam penanggulangan tuberkulosis yaitu; 1) melakukan pelacakan secara agresif untuk menemukan penderita TBC; 2) stok obat TBC harus tersedia dan pengobatannya dilakukan sampai tuntas; 3) upaya pencegahan harus dilakukan lintas sektor dari sisi infrastruktur maupun suprastruktur. Lebih lanjut Menko Muhadjir juga mengingatkan arahan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yaitu; 1) meningkatkan intensitas edukasi, komunikasi, dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyakit TBC; 2) meningkatkan jangkauan ke masyarakat; 3) melakukan penguatan fasilitas kesehatan; 4) memperkuat sistem informasi dan pemantauan.

Pada kesempatan ini Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa kasus aktif TBC pada tahun 2020 berjumlah sekitar 845 ribu. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kasus aktif Covid-19 saat ini sebesar 371 ribu. Begitu juga dengan angka kematian TBC tahun lalu sebesar 98 ribu. Sementara angka kematian covid-19 sejak Maret tahun lalu sebesar 120 ribu orang.

Menkes Budi menyadari bahwa TBC banyak memberikan dampak kesehatan yang negatif bagi seluruh rakyat. Target yang telah dicanangkan untuk menurunkan angka kesakitan menjadi 65 per 100 ribu penduduk serta angka kematian menjadi 6 per 100 ribu penduduk adalah sesuatu yang harus dicapai pada tahun 2030. Menkes menekankan bahwa penanggulangan TBC harus berjalan terus dan harus dijalankan bersamaan dengan penanganan Covid-19.  

Pada akhir sambutannya, Menkes mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam penanggulangan TBC demi terwujudnya target eliminasi TBC pada tahun 2030. “Ini bukan pekerjaan yang mudah, tapi saya percaya jika kita bekerja bersama-sama kita bisa mencapai target tersebut”, pungkasnya. (Dian Widiati)