Pemenuhan Saran Prasarana di Puskesmas Berkontribusi Mencegah Kematian

104

Jakarta, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan 70 % penyebab kematian dapat dicegah di tingkat layanan primer.Hal ini disampaikan dalam acara Advokasi dan Peluncuran Buku Analisis Investasi WASH di Puskesmas yang diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Kesehatan, Unicef, SNV dan Speak Indonesia di Jakarta (16/12).

“Sebenarnya 70 % penyebab kematian dapat dicegah, dengan pembiayaan 17 % untuk pencegahan berbanding 67 % untuk pengobatan, oleh karena itu beberapa hal terkait analisis biaya investasi di layanan kesehatan primer menjadi titik tolak yang harus kita tangani bersama-sama secara menyeluruh”, ujar Dante.

Lebih lanjut, merujuk hasil data, Dante mengungkapkan Puskesmas sebagai ujung tombak layanan pencegahan memiliki kendala sarana dan prasarana. Dalam hal air dan sanitasi, sebanyak 21% Puskesmas memiliki layanan air yang kurang dan 27% layanan sanitasi yang kurang. Sedangkan dalam hal layanan kebersihan, lebih dari 50% Puskesmas kurang dalam pengelolaan kebersihannya. Kondisi ini lebih buruk lagi terjadi di wilayah perdesaan.

“Kalau kita bisa mengatasi sarana dan prasarana ini, yang hanya 17 % pembiayaannya, kita akan mengurangi biaya 67 % pengobatan terutama yang disebabkan oleh masalah air, sanitasi dan kebersihan ini, terlebih di wilayah perdesaan”, lanjut Dante.

Untuk mengatasi hal ini Kemenkes memiliki strategi yang masuk dalam salah satu pilar transformasi kesehatan yakni penguatan layanan primer melalui pembangunan, pemenuhan kebutuhan Puskesmas (SDM dan sarpras) dan pelibatan swasta. Namun hal yang juga lebih penting menurut Dante adalah monitoring dan evaluasi sehingga program ini dapat berjalan dengan baik.

“Launching buku analisis investasi biaya WASH adalah satu bagian saja tapi yang lebih penting  adalah melakukan melakukan evaluasi sehingga program ini dapat berjalan dengan baik sehingga evaluasi kebersihan sarana dan prasarana ini menjadi lebih terkoordinasi” pesannya.

Dalam acara ini, mengundang juga Bupati Sumbawa dan Bupati Kolaka sebagai pengambil kebijakan di wilayah. Kedua kepala daerah memaparkan program-program terkait yang selama ini sudah dijalankan dan memberikan dukungan adanya buku ini sebagai panduan agar program WASH tetap terlaksana dengan baik dan berkesinambungan. “Buku ini sangat baik, bisa menjadi panduan bagi kita semua, harapannya bagi kami, agar menjadi komitmen bersama pemerintah pusat, provinsi dan daerah, agar dapat dijalankan secara bersama-sama dan tidak berubah tiap tahunnya” tutup Bupati Kolaka, Ahmad Safei. (AF)