Pembahasan Penataan UPT Badan Litbang Kesehatan

561

Jakarta – Badan Litbang Kesehatan menyelenggarakan pertemuan penataan kelembagaan unit pelaksana teknis sebagai tindaklanjut ditetapkannya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 tahun 2017 tentang Organisasi Tata Kerja UPT (26/07). Agenda pembahasan pertemuan ini adalah penataan manajemen UPT, Penataan Kantor Surabaya dan Bogor sebagai UPF dan penyusunan standarisasi kelembagaan UPT.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Litbang Kesehatan, Siswanto menjelaskan fungsi Balai Litbang Kesehatan menurut PMK No. 65 tahun 2017, UPT Badan Litbang Kesehatan adalah sebagai perwakilan Badan Litbang Kesehatan dalam hal koordinasi dan pelaksana riset skala nasional, melaksanakan riset operasional untuk menyelesaikan masalah kesehatan di wilayah binaan UPT serta melaksanakan riset kesehatan sesuai dengan unggulan UPT yang disesuaikan dengan wilayah binaan UPT.

Lebih lanjut Siswanto menuturkan bahwa indikator kinerja program (IKP) Badan Litbang Kesehatan ditentukan pada jumlah laporan riset kesehatan nasional (Riskesnas) bidang kesehatan dan gizi masyarakat, jumlah rekomendasi kebijakan berbasis  penelitian dan pengembangan kesehatan yang diadvokasikan ke pengelola program kesehatan dan atau pemangku kepentingan serta Jumlah hasil penelitian yang didaftarkan HKI.

“Namun jangan dilupakan bahwa UPT memiliki indikator kinerja kegiatan (IKK) terkait dengan jumlah hasil riset satker pada riset kesehatan nasional, jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan di masing-masing satker, jumlah hasil penelitian dan pengembangan di masing-masing satker, jumlah publikasi karya tulis ilmiah di masing-masing satker yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional.”, ujarnya.

Siswanto juga menekankan bahwa IKK sangat menentukan kinerja unit eselon I dan Menteri, jika apa yang dilakukan saat ini tidak memperlihatkan hasil yang baik, Balai dan Loka sebagai hulu dari penelitian dan pengembangan kesehatan harus mulai merubah mindset dengan menonjolkan keunggulannya dengan lingkup kerja riset wilayah UPT, riset penugasan dan riset nasional serta riset permintaan. (Ilal)