Pelatihan Daring Pemeriksaan PCR Bagi Tenaga ATLM

371

Jakarta, Sejak 11 maret 2020 World Health Organization (WHO) menyatakan pandemi corona virus disease-19 (Covid-19) sebagai bencana non alam. Penyebarannya luar biasa, ditandai dengan jumlah kasus dan jumlah kematian yang meningkat, lntas wilayah dan negara. Hal ini berdampak pada aspek politik, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Oleh karena itu penangannya harus cepat, tepat, fokus dan terpadu, serta sinergis antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, ujar Menteri Kesehatan, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto Sp.Rad. (K).

Dalam rangka mendukung upaya percepatan diagnosis Covid-19, diperlukan peningkatan target  pemeriksaan spesimen menjadi 20.000 – 30.000 per hari dengan alat Polymerse Chain Reaction (PCR). Maka peningkatan kapasitas dan kapabilitas laboratorium jejaring sangat diperlukan. Salah satu upaya peningkatan dengan penambahan sumber daya manusia (SDM), jelas Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Prof. Dr. Abdul Kadir, Ph.D., Sp. THT-KL(K)., MARS

Pusat Pelatihan SDM Kesehatan bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Puslitbang BTDK), menyelenggarakan Serial Workshop Pemeriksaan Polymerse Chain Reaction (PCR) untuk Ahli Tenaga Laboratorium Media (ATLM). Dibuka oleh Menteri Kesehatan, diikuti sekitar 190 peserta dari berbagai laboratorium yang tersebar di berbagai provinsi. Pelatihan daring PCR for Covid-19 untuk ATLM ini berlangsung selama lima hari, sejak tanggal 15 – 19 Juni 2020. Materi yang diberikan terkait Laboratory Quality Management System (LQMS), Penatalaksanaan spesimen Covid-19, Realtime PCR untuk deteksi covid-19, Pendukung deteksi covid-19, dan Manajemen data. Penjelasan terkait situasi nasional maupun global dampak penyebaran virus corona sars-cov-2 diberikan oleh Kepala Puslitbang BTDK, DR. Dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed. Sedangkan materi lain diberikan oleh tim peneliti dari Puslitbang BTDK dan narasumber dari Association of Public Health Laboratories Afrika Selatan, Kim Lewis.#EM