Paten Tidak Harus Rumit

588

“Paten tidak harus rumit, paten bisa juga sederhana, yang pasti paten harus punya nilai kebaruan,” terang Bennedictus Benny Setiawan, SH, MH dari Direktorat Paten, Ditjen Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM pada acara Penyusunan Pedoman Sentra Kekayaan Intelektual Badan Litbangkes pada 25-27 Juli 2018 di Mercure Hotel Cikini, Jakarta.

Lebih lanjut Benny menerangkan bahwa sekarang ini untuk mendapatkan paten tidak harus berupa penemuan yang rumit atau canggih, bisa saja berupa penemuan yang sederhana, sebagai contoh tusuk gigi ataupun sedotan, sepanjang memenuhi kriteria patentabilitas. Yang perlu digaris bawahi adalah paten harus merupakan sesuatu yang baru atau merupakan pengembangan/penyempurnaan dari produk/proses sebelumnya.

Bedanya paten sederhana dengan paten adalah, untuk paten sederhana ini hanya diberikan untuk jangka waktu selama 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal penerimaan dan tidak dapat diperpanjang, sementara paten diberikan untuk jangka waktu selama 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak tanggal penerimaan dan tidak dapat diperpanjang.

Penjelasan tentang paten ini menjadi salah satu materi yang diberikan pada pertemuan untuk menyusun Pedoman Sentra Kekayaan Intelektual yang diadakan oleh Badan Litbangkes. Kepala Badan Litbangkes, dr. Siswanto, MHP, DTM berkesempatan untuk membuka acara dan memberikan sambutan. Beliau berpesan agar penelitian terus dikawal, baik oleh pimpinan satuan kerja serta Sentra KI di Badan Litbangkes karena potensi kekayaan intelektual tidak bisa didapat secara kebetulan.

Selain dari Direktorat Paten, perwakilan dari Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri juga menjadi narasumber dalam pertemuan ini, beliau menyampaikan bahwa paten adalah salah satu jenis kekayaan intelektual yang merupakan hasil dari kemampuan intelektual manusia yang dilahirkan melalui pengorbanan tenaga, waktu dan bahkan biaya. Kekayaan intelektual ini harus dilindungi agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak lain dengan tanpa ijin.