Obat Tradisional Sangat Penting Cegah Stunting

99

Tawangmangu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Muhadjir Effendy menyinggung masalah stunting dalam sambutan kunjungan kerja di Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Tawangmangu 8/10.

Dijelaskan bahwa tugas Menko PMK memastikan pembangunan manusia berjalan dengan baik dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan hingga memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, pemerintah fokus mengatasi masalah stunting dan obat tradisional berperan sangat penting.

“Jadi sebetulnya sejak jaman dulu peranan obat tradisional itu sangat penting, biasanya dulu seorang istri atau suami sebelum berumah tangga sudah menguasai berbagai jenis tanaman untuk menjaga agar bayi dikandungnya dapat tumbuh baik”, ujar Muhadjir.

Muhadjir kemudian meminta warisan leluhur yang sudah ada ini dihidupkan kembali serta mendukung upaya riset dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional agar dapat diperkaya dan dimoderinsasi atau bahkan menjadi produk fitofarmaka melalui peran Badan POM.

Pada kesempatan ini, Menko bersama Kepala Badan POM, Kepala Puslitbang Sumberdaya dan Pelayanan Kesehatan dan Kepala B2P2TOOT, mengunjungi kebun percobaan dan produksi Tlogodlingo dan turut serta memanen tanaman obat jenis Thyme dan Chamomile.

Khasiat Thyme mampu melawan infeksi penyakit yang disebabkan bakteri dan jamur, juga digunakan sebagai aroma terapi, pencuci mulut (mouth wash) dan bumbu. Sedangkan Chamomile mampu mengobati sakit perut, penenang ringan, penyembuhan luka dan iritasi kulit.

Sebelum bertolak, Menko menyempatkan diri meninjau laboratorium pasca panen melihat proses awal pengolahan tanaman obat sebelum menjadi menjadi simplisia. (AF)