Monev Terpadu Kemenkes Cegah dan Tangani Stunting di Gorontalo

1036

Gorontalo – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu Pencegahan dan Penanganan Stunting di Provinsi Gorontalo diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Hadijah Tayeb di Kantor Bupati Gorontalo (22/2). Hadijah Tayeb menyampaikan terima kasih atas terpilihnya Kabupaten Gorontalo menjadi lokus monev. Hadijah Tayeb menyatakan bahwa ada tren penurunan angka stunting di wilayahnya.

Selaku Ketua Tim Monev, Sekretaris Badan Litbang Kesehatan, Nana Mulyana mengatakan penanganan stunting termasuk menjadi prioritas nasional. Nana menekankan besarnya peran keluarga dalam penanganan stunting, terutama ibu. “Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya”, jelasnya.

Lebih lanjut Nana menerangkan stunting perlu ditangani karena dapat berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktivitas, yang kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan.

Dalam kesempatan ini, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Syukri Dawali menerangkan ada beberapa kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah setempat dalam percepatan perbaikan gizi (penurunan stunting), antara lain Pos Gizi Ibu Hamil dan Balita, Pekan Sayang Ibu Anak (PSIA) dan Dokter Spesial Mobile.

Kegiatan monev dilanjutkan dengan kunjungan lapangan dengan tujuan lokus Puskesmas Limboto Barat, Puskesmas Pulubala, Puskesmas Biluhu, dan Puskesmas Tilango termasuk kunjungan ke rumah penduduk yang menjadi wilayah kerjanya. Tim Monev Terpadu ini terdiri dari perwakilan berbagai sektor antara lain Badan Litbang Kesehatan, Direktorat Gizi, Biro Perencanaan, Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan, Dijen Kesehatan Masyarakat, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Direktorat Kesehatan Lingkungan dan Direktorat Kesehatan Keluarga.  (DW)