Monev PIS-PK di Provinsi Gorontalo

684

Gorontalo—Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI
mengadakan monitoring dan evaluasi (monev) serta analisa data pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan
Pendekatan Keluarga (PIS-PK) tingkat Provinsi Gorontalo. Kegiatan berlangsung 3 hari dari Minggu (30/9) hingga
Selasa (2/10) di dua lokasi di Puskesmas Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara dan Puskesmas Limboto Barat Kabupaten
Gorontalo.

Monev PIS-PK merupakan tindak lanjut dari adanya surat Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan No. YP.
O1.03/11/3843/2018 tertanggal 15 Agustus 2018 serta surat Kepala Balitbangkes No. YP. 01.03/11/1/5182/2018
tanggal 5 September 2018 perihal jadual Monev PIS-PK.

Acara didahului dengan pertemuan dan koordinasi antara tim Balitbangkes dengan jajaran Dinas Kesehatan Provinsi
Gorontalo (1/10). Pertemuan dipimpin Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Andriyanto Abdussamad, SKM.,M.Kes.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bagian Program dan Informasi Sekretariat Badan Nirmala Ahmad Ma’ruf, SKM.,M.Kes
menyampaikan Balitbangkes melalui Sekretariat Badan sebagai pembina wilayah (Binwil) Provinsi Gorontalo diminta
melakukan evaluasi kegiatan PIS-PK. Saat ini juga program PIS-PK sedang dilakukan evaluasi sampai ke tingkat
pusat, dari mulai sistem pendataan, pelatihan sampai dengan instrumen dan definisi operasional (DO). “Kemarin
memang masih ada beberapa yang ambigu termasuk dengan cara perhitungannya”, Ujar Ahmad Ma’ruf.

Ahmad Ma’ruf mengemukakan dalam Program Indonesia sehat terdapat tiga pilar yang akan dilakukan yaitu mewujudkan
paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional. Penguatan yankes agak diubah
sedikit. Saat ini berbasis keluarga sedangkan dulu basisnya adalah fasilitas. Sekarang tenaga kesehatan harus
mendekati, proaktif dan melayani berdasarkan evidence based terhadap keluarga dengan terlebih dahulu melakukan
pendataan. Nantinya melalui program ini akan diperoleh semacam family folder yang bermanfaat untuk deteksi
kesehatan terhadap masyarakat karena semuanya tercantum di dalam folder tersebut.

Ahmad Ma’ruf menjelaskan salah satu upaya untuk mengintegrasikan ketiga pilar dilakukan melalui Pendekatan
Keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk mencapai Keluarga Sehat. Untuk penguatan pelayanan
kesehatan di daerah terpencil dan perbatasan, Kemenkes menempatkan tenaga kesehatan secara tim melalui program
Nusantara Sehat.

Kegiatan monev PIS-PK dilakukan dari hulu ke hilir. Dari mulai melakukan evaluasi pelatihan hingga integrasi
pendanaan. Termasuk melakukan analisa awal Indeks Keluarga Sehat (IKS), intervensi lanjut hingga menyediakan
bahan untuk melakukan analisa perubahan IKS.

Kedepan monev pelaksanaan PIS-PK setiap provinsi dengan PJ Binwil per eselon satu dilakukan di bulan Oktober
minggu kedua serta Desember minggu kesatu. “Selanjutnya, dilakukan monev pelaksanaan PIS-PK kelapangan pada
provinsi terpilih dilakukan oleh Penanggungjawab Binwil”, ungkap Ahmad Ma’ruf.

Hadir dalam pertemuan, perwakilan dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) dr. Amnur R Kayo, MKM. Dalam
paparannya, Amnur mengemukakan sejak tahun 2015 Pusdatin telah berkolaborasi dengan Balitbangkes untuk
menyediakan aplikasi yang mudah digunakan, baik dalam bentuk aplikasi web atau aplikasi android.

Amnur menjelaskan aplikasi keluarga sehat merupakan bentuk dukungan teknologi informasi dalam pendataan keluarga
sehat. Aplikasi ini digunakan untuk melakukan input data dan menyajikan dashboard status pendataan dan Indeks
Keluarga Sehat. Aplikasi ini dapat diakses di alamat web https://keluargasehat.kemkes.go.id. Untuk aplikasi
android dapat di unduh di playstore.

Hingga 29 September 2018 jam 09.00 WIB tercatat akun di aplikasi Keluarga Sehat adalah 107,952 akun pengguna,
yang terdiri dari akun pusat sebanyak 115 akun, 38 akun Dinas Kesehatan Provinsi, 560 akun Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota, akun admin puskesmas = sebanyak 9 ,779 akun, 7031 akun kepala puskesmas dan akun supervisor
sebanyak 11,045 serta 79.384 akun surveyor.

Jumlah keluarga yang terdata di aplikasi Keluarga sehat sebanyak 13.214.292 keluarga yang tersebar di 34
provinsi. Secara nasional, sejak September 2017, jumlah keluarga yang terdata mengalami kenaikan setiap bulannya,
yaitu sebanyak 2.122.157 keluarga pada September 2017 menjadi 13.214.292 keluarga pada Juli 2018.
Jumlahnya meningkat enam kali lipat.

Secara umum menurut Amnur Indeks Keluarga Sehat (IKS) di Indonesia tidak mengalami kenaikan, yakni berkisar pada
angka 15 persen. Pada bulan Juli 2018 mengalami peningkatan menjadi 16,1 persen.

Kegiatan monev dilakukan dalam bentuk pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara pengisian kuesioner
tingkat provinsi sesuai instrumen panduan Monev PIS-PK terhadap pemegang program di dinas kesehatan kabupaten dan
puskesmas kabupaten terpilih di Provinsi Gorontalo, yaitu di Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Gorontalo.

Hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara dr. Wardana Harun dalam kegiatan monev di Puskesmas
Kwandang serta Sekretaris Dinkes Kabupaten Gorontalo Syafruddin M.Kes di Puskesmas Limboto Barat. (ali/nowo)