Modal Sosial, Potensi Strategis Penanganan COVID-19

114

Jakarta – Badan Litbangkes menyelenggarakan Roundtable Discussion Pembahasan Rekomendasi Kebijakan Hasil Litbangkes mengenai penanganan COVID-19 bersama para pemangku kepentingan dan para pakar pada Rabu, 2 September 2020. Pertemuan ini mengangkat topik Modal Sosial sebagai Potensi Strategis dalam mendukung Pembatasan Sosial Berskala Lokal Menuju Era New Normal.

Pada pertemuan ini Kepala Pusat Litbang Upaya Kesehatan Masyarakat, Doddy Izwardy mengatakan modal sosial terdiri dari tiga indikator yaitu kepercayaan antar masyarakat, kerjasama dalam upaya mencegah penularan COVID-19, dan keberadaan aturan dan sanksi. “Hasil komposit dari indikator modal sosial menunjukkan bahwa modal sosial terkuat adalah kepercayaan masyarakat.”, ujarnya.

Menanggapi hasil kajian ini, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Riskiyana Sukandhi Putra mengatakan bahwa dari temuan kelompok yang tidak patuh pada aturan bisa dijadikan prioritas untuk diintervensi. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan motivasi dari dalam diri pribadi yang bersangkutan sehingga berdampak pada perubahan perilaku.

Forum diskusi ini juga dihadiri oleh pakar sosiologi dari Universitas Indonesia Daisy Indira Yasmin. Daisy menekankan pada pentingnya evaluasi pada jenis relasi antar individu dan jejaring sosial. “Penting untuk tahu apakah jenisnya masih bonding, bridging atau bahkan lingking. Ketiga komponen ini harus ada, dan perlu diperdalam pada aspek bridging dan lingking.”, imbuhnya.

Dari aspek komunikasi, Risang Rimbatmaja, Praktisi Komunikasi Universitas Indonesia memberikan ulasan bahwa komunikasi memegang peran kunci dalam memberikan pemahaman mengenai COVID-19 kepada masyarakat. Menurut Risang, komunikasi di Indonesia tidak bisa lepas dari komunikasi langsung dan tidak bisa hanya mengandalkan media sosial serta berfokus pada perubahan perilaku.

“Komunikasi erat dengan kepercayaan, sebagai salah satu indikator modal sosial. Dari 84,7% responden yang berasal dari modal sosial yang kuat ini dapat dijadikan agen-agen komunikasi.”, kata Risang.

Forum diskusi ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari Kementerian Kesehatan dan lintas sektor, yaitu Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dari Jabodetabek. Pertemuan ini diselenggarakan di Ruang Rajawali, kantor Badan Litbangkes, Jakarta Pusat dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan benar. Selain pertemuan tatap muka, peserta juga dapat mengikuti secara virtual melalui aplikasi pertemuan online. (Dian Widiati)