Miliki Laboratorium Baru, Balai Litbangkes Aceh Dituntut Tingkatkan Kualitas Riset

734

Aceh Besar – Kepala Badan Litbangkes, Siswanto meresmikan Gedung Laboratorium Terpadu Balai Litbangkes Aceh pada Selasa, 26 Februari 2020. Peresmian laboratorium yang berlokasi di Jalan Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar  ini dihadiri Bupati Aceh Besar Mawardi Ali serta tamu undangan dari kalangan akademisi dan lintas sektor.

Dalam sambutannya, Siswanto mengatakan lembaga yang berdiri tahun 2004 pasca tsunami Aceh ini dulunya sebuah laboratorium untuk konfirmasi wabah terkait bencana. “Kini (Balai Litbangkes Aceh) mengalami perkembangan pesat.”, ujarnya.

Lebih lanjut Siswanto mengatakan Balai Litbangkes Aceh sebagai perwakilan Badan Litbangkes di daerah mengerjakan riset skala nasional serta riset operasional di wilayah kerjanya. Hasil riset ini dapat dimanfaatkan dalam rangka membantu pembangunan prioritas kesehatan Provinsi Aceh.

Siswanto juga menyampaikan pengembangan laboratorium ini diharapkan dapat berperan untuk menangani berbagai penyakit yang baru muncul, termasuk penyakit infeksi serta penyakit tidak menular. Dengan adanya laboratorium ini, di masa depan kualitas riset dituntut untuk semakin meningkat dan bisa membangun mitra di dalam dan luar negeri.

Bupati Aceh Besar sangat mengapresiasi laboratorium ini. Bupati Mawardi berharap kehadiran laboratorium ini mampu mengangkat berbagai persoalan kesehatan di Aceh. Seperti diketahui saat ini Aceh belum terbebas dari malaria, apalagi ada jenis malaria baru di Aceh Besar. Uniknya, berdasarkan hasil penelitian Balai Litbangkes Aceh, penularan penyakit ini melalui kera.

Mawardi  juga menyampaikan bahwa dunia penelitan harus terus berinovasi. Ia berharap laboratorium ini nantinya akan bisa bermanfaat untuk untuk meningkatkan kesehatan di Provinsi Aceh. Pada kesempatan ini Kepala Balai  Litbangkes Aceh Fahmi Ichwansyah menjelaskan bahwa laboratorium ini merupakan laboratorium terpadu yang juga dapat melakukan pemeriksaan enzim, hormonal, pengujian air dan makanan. Selain itu, terdapat laboratorium untuk mengetahui morfologi serangga dan beberapa pemeriksaan lain. Fahmi menambahkan fasilitas gedung  akan terus dikembangkan secara bertahap, sehingga hasilnya lebih komperhensif dalam melakukan penelitian kesehatan sesuai dengan kebutuhan program. (NSR)