Menkes Ungkap 4 Isu Strategis Pembangunan Kesehatan

2314

Jakarta – Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2020 dengan mengusung tema “Promotif Preventif Kesehatan untuk Membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul menuju Indonesia Maju 2045” yang bertempat di JIExpo, Kemayoran Jakarta Pusat pada tanggal 19 – 20 Februari 2020.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengatakan pembangunan sumber daya manusia yang unggul merupakan prioritas yang sangat ditekankan oleh Presiden Joko Widodo di masa pemerintahannya pada periode kedua. Sektor kesehatan turut berkontribusi besar dalam hal 4 isu strategis.

“Terkait pembangunan kesehatan, ada 4 isu strategis yang menjadi arahan Presiden, yaitu penurunan angka stunting, kematian ibu dan bayi; perbaikan pengelolaan sistem JKN; penguatan pelayanan kesehatan; serta isu terkait obat dan alat kesehatan”, ungkap Menkes.

“Dalam hal penanganan stunting dan percepatan penurunan AKI AKB, kolaborasi antar lintas sektor sangat berperan penting mengingat intervensi spesifik yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan hanya berkontribusi 30%, sedangkan 70% merupakan kontribusi dari multisektoral dalam bentuk intervensi sensitif”, lanjut Menkes Terawan.

Upaya-upaya kolaborasi antara lain terkait ketersediaan sumber pangan, ketersediaan air bersih dan sanitasi, pemberdayaan masyarakat, peningkatan pengasuhan di tingkat keluarga dan masyarakat, peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak mampu, pemberdayaan perempuan dan wajib belajar 12 tahun. Selain itu peningkatan peran perempuan dalam sosial ekonomi, peningkatan kesehatan reproduksi remaja dan calon pengantin serta peningkatan peran tokoh masyarakat dan agama.

Terkait pengelolaan sistem JKN, pemerintah menjamin akses pelayanan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu melalui pemberian bantuan iuran program JKN. Menurut Terawan, Cakupan Kesehatan Semesta (UHC) mempunyai arti bahwa seluruh masyarakat memiliki akses ke pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan, kapan saja dan dimana saja mereka membutuhkannya tanpa kesulitan finansial. Hal tersebut mencakup berbagai pelayanan kesehatan esensial termasuk pelayanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan paliatif.

Penguatan pelayanan kesehatan dilakukan melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan salah satunya dengan akreditasi Rumah Sakit dan meningkatkan promotif dan preventif pada Puskesmas harapannya dengan berfokus pada promotif dan preventif dapat mengefisiensikan pembiayaan kesehatan cepaian target pembangunan kesehatan.

Terkait obat dan alat kesehatan, diupayakan pengendalian harga obat dan mendorong alat kesehatan produk dalam negeri. Langkah-langkah percepatan yang akan dilakukan adalah mendorong investasi, mempercepat lisensi wajib obat yang sangat dibutuhkan, membuka peluang investasi sebesar-besarnya dan deregulasi perizinan yang menghambat. Langkah-langkah percepatan tersebut diharapkan dapat mengendalikan harga obat dan alat kesehatan.

Guna memperkuat kolaborasi lintas sektor, di akhir acara pembukaan Rakerkesnas diadakan penandatanganan MoU bersama sejumlah menteri yang hadir, antara lain Menteri Agama, Menteri Pertanian, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Menteri Dalam Negeri yang diwakili Sekjen, Kepala BKKBN, dan Ketua KPU. Turut menyaksikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI. (AF/TW)