Menggembirakan, Angka Stunting Turun 3,1% dalam Setahun

9232

Jakarta – Menjelang akhir masa jabatannya sebagai Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek mengumumkan angka stunting di Indonesia tahun ini sebesar 27,67%. “Kabar ini tentu sangat menggembirakan.”, ujar Menkes Nila dalam Soft Launching Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) di kantor Kementerian Kesehatan, Jumat (18/10). 

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 30,8%. Dibandingkan dengan hasil SSGBI angka stunting berhasil ditekan 3,1% dalam setahun terakhir. 

Menkes berharap angka stunting dapat terus turun 3 persen setiap tahun, sehingga target 19% pada tahun 2024 dapat tercapai.

Menkes mengatakan bahwa selain mengubah perilaku masyarakat, Kementerian Kesehatan juga mempunyai tugas menghitung angka stunting setiap tahun yang dikerjakan oleh Badan Litbangkes bersama Badan Pusat Statistik. 

SSGBI 2019 dilakukan secara terintegrasi dengan Susenas untuk mendapatkan gambaran status gizi yang meliputi underweight (gizi kurang), wasting (kurus) dan stunting (pendek). 

“Data SSGBI 2019 menunjukkan penurunan underweight, wasting dan stunting jika dibandingkan dengan Riskesdas 2018. Underweight turun 1,5% menjadi 16,29%, Wasting turun 2,8% menjadi 7,44%, dan Stunting turun 3,1% menjadi 27,67%.”, terang Kepala Badan Litbangkes, Siswanto. 

Hasil SSGBI 2019 ini disambut baik oleh Deputi Bidang Politik Sekretariat Wakil Presiden RI, Bambang Widianto. “Kepemimpinan Bu Menkes berhasil menurunkan angka stunting hingga 10 persen dalam lima tahun”, ujar Bambang memuji kinerja Menkes Nila. (DW)