Membangun SDM Inovatif di Indonesia

99

Denpasar – Sebagai salah satu rangkaian acara dari peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24, Dewan Riset Nasional (DRN) menyelenggarakan seminar nasional dengan tajuk “Membangun Sumber Daya Inovatif di Indonesia”. Acara yang berlangsung pada tanggal 27 Agustus 2019 di Hotel The Trans Resort Denpasar, Bali dihadiri oleh seluruh anggota DRN dan DRD (Dewan Riset Daerah) se-Indonesia, termasuk Kepala Badan Litbangkes, dr. Siswanto, MHP, DTM yang masuk dalam anggota Komisi Teknis Kesehatan dan Obat.

Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU yang juga menjabat sebagai ketua DRN dalam laporan dan pembukaan acara menyampaikan bahwa SDM kita harus mampu bersaing, berkompetisi, dan memiliki karakter, sebagai pekerja keras yang jujur, kolaboratif, solutif dan entrepreneurship. Topik tentang peningkatan SDM memang sedang menjadi program prioritas pemerintah dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Di tingkat global, inovasi mempunyai peranan yang sangat penting, karena menjadi skenario dan strategi pembangunan nasional di berbagai negara maju. Negara-negara tersebut telah membuktikan bahwa peran Iptek di dalam mengarahkan inovasi-inovasi yang akan dilakukan.

Acara selanjutnya adalah keynote speech dari Menteri PAN dan RB yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri PAN dan RB bidang Budaya Kerja, Drs. Teguh Widjinarko, MPA. Dalam paparannya yang berjudul “Membangun SDM ASN yang Inovatif”, Teguh mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah telah melakukan upaya – upaya untuk mendorong inovasi di sektor pemerintahan, salah satunya dengan meningkatakan kapasitas ASN melalui pendidikan dan pelatihan (diklat). Dalam hal pelatihan dasar, para ASN diwajibkan untuk menyusun suatu paper dengan konsep inovasi. Untuk diklat di level kepemimpinan para ASN harus menghasilkan proyek perubahan.

Pada tingkat daerah Peranan Pimpinan Pemda (Bupati/ Gubernur) sangat menentukan dalam pengembangan Iptek di daerah dan pengembangan ekonomi berbasis inovasi. Seperti yang disampaikan oleh Bappeda Litbang Provinsi Jawa Tengah, saat ini Gubernur Jateng sangat mendukung adanya inovasi di berbagai sektor pelayanan publik. Tahun 2019 ini 3 inovasi dari Jateng masuk dalam Top 99 inovasi pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Kemenpan.

Sementara itu dalam sesi paralel, Komisi Teknis Kesehatan dan Obat menyampaikan paparan tentang “Peran DRD Menghasilkan Inovasi Produk Unggul Bidang Kesehatan dan Obat”. DRD harus dapat mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat di daerah masing – masing dengan melihat hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018. Program prioritas nasional seperti stunting merupakan salah satu isu utama yang memerlukan kajian dan penelitian. DRD diharapkan mampu membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh daerah melalui metode baru yang lebih cepat dan efektif. (TW)