Luncurkan INCRease, Menkes Harapkan Sinergitas Lintas Sektor

881

Jakarta – “Kami menginginkan lagi inovasi yang baru. Ini yang dilakukan oleh Badan Litbangkes. Dengan adanya INCRease ini saya harapkan bisa disinergikan dengan industri, fakultas, dan juga dokter-dokter yang keahliannya spesifik”, demikian dikatakan Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek dalam soft launching INCRease di Jakarta (23/8/2019).

Terobosan dan inovasi baru untuk dunia kesehatan terus dikembangkan oleh Badan Litbangkes. Dibawah koordinasi Puslitbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Badan Litbangkes melakukan inovasi dengan membentuk Indonesia Network of Clinical Research (INCRease) atau disebut juga Jejaring Riset Klinis Indonesia. 

Bekerja sama dengan Direktorat Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, pembentukan INCRease merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan dan mengintegrasikan pelaksanaan riset klinis. 

Beranjak dari masih banyaknya hambatan yang terjadi dalam dunia kesehatan, terutama dari segi SDM klinis untuk riset, laboratorium riset klinis, sumber dana, dan minimnya regulasi yang menunjang riset klinis di rumah sakit. Namun di sisi lain, cukup banyak potensi yang dimiliki, antara lain, jumlah rumah sakit yang banyak, lembaga riset yang beragam, dan variasi jenis penyakit, seharusnya mampu untuk melakukan riset klinis yang lebih baik. 

Siswanto, selaku Kepala Badan Litbangkes, menjelaskan bahwa untuk saat ini jejaring klinis yang ada mencakup rumah sakit vertikal di Kementerian Kesehatan dan selanjutnya akan diperluas. INCRease dikembangkan untuk mendorong riset-riset dalam rangka memberikan pelayanan dan mengawal inovasi sehingga bisa sampai ke hilir.

“Intinya bahwa dengan melakukan jejaring, pertama bisa bersinergi, itu penting. Yang kedua, bisa mengolah big data dari sistem informasi rumah sakit. Yang ketiga, mengawal inovasi sehingga bisa sampai ke ujung dengan kaidah. Karena di penelitian klinis ada kaidah yang namanya cara uji klinik yang baik atau good clinical practice, itu yang harus kita dorong ke depan”, tegas Siswanto.

Inisiasi ini ke depan diharapkan dapat menjadi suatu kendaraan, baik untuk mengawal perbaikan pelayanan maupun untuk mengawal inovasi yang dapat mendorong ke arah program (R).