LIPI Sasar 1977 Civitas Lakukan Vaksinasi Covid-19

237

Jakarta – Sebanyak 1977 civitas Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) menjadi sasaran pelaksanaan vaksinasi yang berlangsung selama dua hari (18-19/3/2021) di Widya Graha LIPI Gatot Subroto Jakarta. Tak hanya diperuntukkan bagi civitas yang berada di kantor Jakarta, tetapi juga bagi civitas dari kantor Cibinong dan Bogor.

Laksana Tri Handoko, Kepala LIPI menaruh harapan agar riset-riset yang ada dapat berjalan seperti semula setelah pemberian vaksiniasi ini. “Saya berharap dengan setelah dilaksanakannya kegiatan vaksinasi ini, program kerja ekspedisi ilmiah dapat berjalan kembali, khususnya riset biodiversity yang harus diselesaikan secepatnya,” ujar Handoko.

Lebih lanjut Handoko menyampaikan situasi yang dialami LIPI dimasa pandemi ini bahwa hingga saat ini ada 107 jiwa terkonfirmasi positif dan 22 orang yang masih dalam perawatan. Namun dari keseluruhan kasus ini tidak ada yang berasal dari kluster transmisi kantor. “Sejauh catatan kami tidak ada transmisi kantor, hampir semua kasus yang terjadi di LIPI berasal dari kluster keluarga”, ungkap Handoko.

Beliau juga melanjutkan bahwa dalam membatasi jumlah pegawai, LIPI menerapkan aturan WFO 20% dan 80% WFH, meskipun realita pada hari kerja melebihi 20%.

Pada kesempatan ini, Handoko tetap mengingatkan kepada seluruh civitas untuk tetap menjaga Prokes (protokol kesehatan) meskipun sudah divaksin. ”Vaksin ini tidak menjamin kita bebas dari penularan dan infeksi, ini membantu kita untuk tidak jatuh sakit. Kita berharap semoga vaksin dapat memberikan efek lebih besar setelah data terkumpul,” tegas nya.

Mewakili Menteri Kesehatan, Oscar Primadi selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa dibutuhkan 181 juta sasaran dengan 2 kali penyuntikan vaksin. Tentunya baik Presiden Indonesia dan Menteri Kesehatan yang memiliki komitmen yang besar dalam mengendalikan pandemi melalui vaksin ini.

Oscar juga mengatakan dalam rangka pemberian vaksin ini tidak bisa mengandalkan fasilitas kesehatan (Fasyankes) sendiri dengan menunggu masyarakat yang datang. Oleh karena itu dibutuhkan strategi dalam pemberian penyuntikan vaksin Covid-19. “Empat strategi basis penyuntikan ini: melalui Fasyankes, melalui institusi K/L namun tetap menjaga jarak, melalui tempat-tempat yang memang strategis, dan yang terakhir dengan memanfaatkan start up atau drive thru,” jelas Oscar.

“Mudah-mudahan dalam satu tahun ini kita dapat menyelesaikan sasaran 181 juta jiwa ini, percayalah pemerintah selalu hadir untuk melindungi masyarakat,” ujar Oscar di akhir sampaiannya.