Koordinasi Lintas Sektor Kuatkan Substansi Riset Evaluatif JKN

285

Jakarta – Kepala Badan Litbang Kesehatan, dr. Siswanto, MHP, DTM membuka secara resmi pertemuan Koordinasi Persiapan Riset Fasilitas Kesehatan : Riset Evaluatif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Rabu pagi di Jakarta (11/4). Pertemuan ini berlangsung selama 3 hari dengan melibatkan para pakar terkait dan dihadiri seluruh pemangku kepentingan dari lintas sektor terkait.

Siswanto mengatakan Riset Evaluatif JKN ini merupakan riset yang bersifat holistik untuk mengukur kualitas sistem JKN. Lebih lanjut Siswanto menjelaskan bahwa ada beberapa aspek yang dapat diukur dalam riset ini antara lain aspek kepesertaan, yaitu interaksi peserta dengan BPJS Kesehatan; aspek pelayanan kesehatan, yaitu interaksi peserta dengan fasilitas pelayanan kesehatan); evaluasi kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam JKN, evaluasi pembiayaan, dan evaluasi tata kelola. “Mohon sharing dan kontribusi para pakar. Riset ini bukan produk Badan Litbang Kesehatan saja, tetapi kolaborasi dari multisenter”, ujarnya.

Menurut Dr. Harimat Hendarwan selaku Ketua Tim Teknis, Riset Evaluatif JKN akan memperkuat rancangan teknokratik RPJMN 2019-2024 sebagai data berbasis fasilitas disamping data berbasis komunitas yang dihasilkan Riskesdas. Riset ini juga akan memberikan masukan pada pelaksanaan cakupan kesehatan semesta tahun 2019. “Jadi akan ada dua hal besar yang akan diakomodasi melalui riset ini”, tandasnya.

Pertemuan ini dihadiri pula oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, dr. Untung Suseno Sutarjo yang menyambut baik dilakukannya riset ini. Dalam sambutannya Untung atas menyampaikan apresiasi dan penghargaan dilakukannya riset ini.
Hasil pertemuan ini adalah penguatan substansi Riset Evaluatif JKN yang diperoleh dari masukan para ahli yang berasal dari perguruan tinggi dan lintas sektor. Para pakar yang hadir antara lain Prof. Dr. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, P.hD; Prof. Dr. dr. Sarwono Waspadji, Sp.PD-KEMD; dr. Eka Viora, Sp. KJ; dr. Asih Eka Putri, MPPM; dr. Kalsum Komaryani, MPPM; dr. Soewarta Kosen, Dr. Adang Bachtiar; serta dr. Koesmedi Priharto. (dw)